Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cuaca NTB Bikin Penasaran, BMKG Prediksi Musim Hujan Mundur ke Desember

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 14:04 WIB | Oleh:
Cuaca NTB Bikin Penasaran, BMKG Prediksi Musim Hujan Mundur ke Desember Doc: Antara foto
Ket. Ilustrasi: Warga melintasi pematang sawah yang mengering akibat musim kemarau di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (28/7).

LOMBOK BARAT - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut musim kemarau yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) berpeluang berlangsung hingga akhir November 2026.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini mengatakan musim hujan yang biasanya terjadi pada November diperkirakan mengalami kemunduran hingga Desember.

"Kekeringan semakin meluas. Peringatan dini berlaku untuk satu dasarian ke depan dan masih ada potensi perluasan, karena potensi hujan beberapa dasarian mendatang sangat rendah," katanya saat ditemui di Stasiun Klimatologi NTB, Lombok Barat, Selasa.

Suci menjelaskan musim kemarau panjang tersebut terjadi seiring rendahnya potensi hujan dalam beberapa dasarian mendatang dan pengaruh fenomena El-Nino yang masih kuat.

Berdasarkan pantauan BMKG hingga Dasarian III Agustus 2026, wilayah NTB yang masuk peringatan dini kekeringan meteorologis level Awas terus bertambah. Salah satu wilayah yang kini masuk dalam peringatan tertinggi tersebut adalah Kecamatan Gangga di Kabupaten Lombok Utara.

"El Nino kini berada pada kategori sangat kuat dengan indeks mencapai 2,74. Angka itu diprediksi bertahan hingga akhir tahun 2026, baru kemudian melemah menjadi kategori kuat hingga moderat pada awal 2027, namun tetap dalam fase El Nino," kata Suci.

Lebih lanjut dia meminta masyarakat untuk mewaspadai keterbatasan ketersediaan air dalam beberapa bulan ke depan. Masyarakat juga diimbau menggunakan air secara hemat sebagai langkah antisipasi menghadapi kemarau yang berpotensi berlangsung lebih panjang.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, BMKG telah menetapkan sembilan dari 10 kabupaten/kota di NTB masuk status Awas Kekeringan meteorologis seiring periode hari tanpa hujan yang semakin panjang di wilayah tersebut.

Pada Dasarian III Agustus 2026 atau periode 21-31 Agustus, kondisi Hari Tanpa Hujan (HTH) beruntun secara umum berada pada kategori sangat panjang rentang 31-60 hari hingga kekeringan ekstrem dengan HTH lebih dari 60 hari.

Bahkan HTH berturut paling panjang tercatat di Pos Hujan Bolo yang terletak di Kabupaten Bima yang mencapai 105 hari dan masuk kategori kekeringan ekstrem.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
Daerah
Hadapi Kekeringan, BPBD Cil...
Advertisement
Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.