Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyemprotan 'water mist' untuk Mitigasi Sebaran Abu Vulkanik di Kembangan

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 22:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penyemprotan 'water mist' untuk Mitigasi Sebaran Abu Vulkanik di Kembangan Doc: Antara
Ket. Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menggelar penyemprotan water mist di Kembangan sebagai langkah mitigasi sebaran abu erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak hingga wilayah DKI, Selasa (8/9/2026).

Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Barat melakukan penyemprotan water mist di kawasan Kembangan sebagai langkah mitigasi sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak hingga wilayah DKI, Selasa.

“Atas arahan pimpinan, hari ini kita bergerak serentak melakukan penyemprotan water mist,” kata Asisten Pemerintahan Jakarta Barat Holi Susanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Holi menjelaskan penyemprotan difokuskan di sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Kembangan Selatan, Pasar Puri hingga Kantor Wali Kota Jakarta Barat yang dapat dilalui kendaraan berukuran besar, seperti water cannon dan mobil pemadam kebakaran.

Penyemprotan dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB. Menurut Holi, waktu tersebut dipilih untuk mengoptimalkan efektivitas kegiatan sekaligus mengurangi potensi gangguan terhadap mobilitas warga.

“Penyemprotan dimulai pukul 10.00 WIB saat paparan sinar matahari mulai tinggi dan arus kendaraan masyarakat yang berangkat kerja sudah relatif lancar, sehingga kegiatan ini tidak mengganggu mobilitas warga,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat Suheri menjelaskan pihaknya mengerahkan dua unit mobil pompa pemadam. Masing-masing mobil berkapasitas menampung sebanyak 10 ribu liter air.

"Kami berharap aksi penyemprotan ini bisa mengurangi sebaran debu dari abu vulkanik dan meminimalisasi dampak," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.