Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bandara Wunopito Mendadak Ditutup! Aktivitas Vulkanik Gunung Lewotolok Jadi Penyebabnya

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 12:58 WIB | Oleh:
Bandara Wunopito Mendadak Ditutup! Aktivitas Vulkanik Gunung Lewotolok Jadi Penyebabnya Doc: Antara foto
Ket. Petugas AirNav Indonesia saat menantau aktivitas penerbangan di area Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

TANGERANG - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia menerbitkan notice to airmen (NOTAM) terkait penutupan sementara Bandara Wunopito, Lewoleba, Nusa Tenggara Timur (NTT), akibat terdampak sebaran abu vulkanik atas erupsi Gunung Lewotolok.

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro dalam keterangan tertulis di Tangerang, Selasa, menyampaikan bahwa berdasarkan NOTAM C1134/26 NOTAMR C1106/26, Bandara Wunopito (WATW) berstatus CLOSED mulai, pukul 07.01 WIB, pada 8 September 2026. Di mana, status penutupan operasional penerbangan itu berlaku hingga estimasi pukul 06.00 WIB, pada 9 September 2026.

"Dalam NOTAM tersebut disebutkan penutupan dilakukan karena abu vulkanik Gunung Lewotolok," ujar dia.

Ia menjelaskan, status penutupan penerbangan tersebut berlangsung di tengah aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok yang masih terjadi. Pasalnya, sejak 8 September 2026 pukul 06.35 WITA, gunung api tersebut kembali mengalami erupsi dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak dan bergerak ke arah barat.

"Sebaran abu vulkanik menjadi perhatian dalam operasional penerbangan karena dapat memengaruhi keselamatan penerbangan apabila berada di wilayah penerbangan," katanya menjelaskan. 

Kendati demikian, kata dia, kondisi sebaran abu dan perkembangan aktivitas vulkanik terus menjadi bagian dari pemantauan dalam penerbitan informasi aeronautika yang kemudian AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Ili Lewotolok serta perkembangan kondisi di sekitar wilayah penerbangan.

"Pembaruan informasi aeronautika akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan," ujar dia.

Dalam hal itu, AirNav Indonesia juga telah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan operasional penerbangan terus diperbarui.

"Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya AirNav Indonesia dalam memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap mengutamakan aspek keselamatan," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.