Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Cabai Makin Pedas! Disperindag Sulteng Siapkan Jurus Tekan Kenaikan Harga

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 10:20 WIB | Oleh:
Harga Cabai Makin Pedas! Disperindag Sulteng Siapkan Jurus Tekan Kenaikan Harga Doc: Antara foto
Ket. Pedagang sedang membersihkan cabai rawitnya saat berjualan di trotoar pasar Inpres Manonda, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Minggu (12/6).

PALU - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengendalikan kenaikan harga cabai akibat berkurangnya pasokan karena kondisi cuaca kering yang dipengaruhi fenomena El Nino.

“Memang kondisinya kami dapat catat bahwa harga cabai di beberapa pasar pantauan itu melonjak drastis tinggi dikarenakan supply-demand,” kata Kepala Disperindag Sulawesi Tengah Richard Arnaldo Djanggola di Palu, Selasa.

Berdasarkan data pantauan Disperindag Sulteng, harga cabai merah biasa mengalami kenaikan dari Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp35 ribu per kilogram, sementara harga cabai merah keriting Rp60 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp37.500 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp95 ribu per kilogram dari Rp49.167 per kilogram, dan cabai rawit hijau mencapai Rp105 ribu per kilogram dari Rp50 ribu per kilogram.

Ia menjelaskan kenaikan harga tersebut terjadi karena pasokan cabai dari daerah sentra produksi berkurang akibat kondisi cuaca kering yang dipengaruhi El Nino, sementara permintaan di pasar tetap dan cenderung meningkat.

Peningkatan permintaan, kata dia, juga dipengaruhi sejumlah kegiatan masyarakat, termasuk perayaan Maulid, sehingga kebutuhan cabai di pasar meningkat.

Ia mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Pertanian di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk mencari langkah preventif dalam menjaga pasokan cabai.

Pihaknya juga menghubungi daerah-daerah penghasil untuk mengetahui ketersediaan stok. Apabila terdapat kelebihan stok, pasokan tersebut diupayakan dapat disalurkan ke Sulawesi Tengah bekerja sama dengan distributor.

“Kami juga mencoba menghubungi daerah-daerah penghasil. Jika memang ada kelebihan stok dari mereka, bisa bekerja sama dengan para distributor dari kita di sini untuk bisa melakukan intervensi pasar,” ujarnya.

Ia mengatakan pasokan cabai di Sulawesi Tengah sebagian besar berasal dari Sulawesi Selatan. Sementara daerah penghasil di dalam provinsi tersebut antara lain Kabupaten Sigi dan wilayah Napu, tetapi produksinya belum mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam jumlah besar.

Ia menjelaskan cabai merupakan komoditas yang mudah rusak sehingga tidak dapat disimpan dalam jumlah besar untuk waktu lama. Karena itu, ketersediaannya sangat bergantung pada kelancaran pasokan dari daerah penghasil.

Selain itu, Disperindag Sulteng juga menyiapkan pelaksanaan pasar murah di sejumlah titik pada September dengan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota.

Sebelumnya, pasar murah telah dilaksanakan di Kabupaten Donggala, termasuk di Kecamatan Banawa dan Labuan.

Ia menambahkan kenaikan harga mulai terlihat pada September, sedangkan pada Agustus kondisi harga masih relatif normal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Jakarta Diprediksi Cerah Be...
Megapolitan
Penataan dan Penertiban Kab...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.