Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabupaten Kuningan Tidak Terdampak Sebaran Abu Vulkanik GAK

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 22:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabupaten Kuningan Tidak Terdampak Sebaran Abu Vulkanik GAK Doc: Antara
Ket. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana saat memberikan keterangan di Kuningan, Jawa Barat.

Kuningan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memastikan sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau belum mencapai wilayah tersebut sehingga tidak berdampak terhadap aktivitas masyarakat setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana di Kuningan, Selasa, mengatakan pemantauan terhadap kemungkinan sebaran abu vulkanik ke wilayah Kuningan terus dilakukan menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Kabupaten Kuningan sampai saat ini belum terlaporkan adanya wilayah yang terdampak, terutama dengan keberadaan abu vulkanik. Sampai saat ini situasi masih cukup aman,” katanya.

Ia menyebutkan, pemantauan dilakukan sebagai bagian dari upaya BPBD mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi, akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Selain pemantauan, BPBD Kuningan mengikuti koordinasi daring bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang membidangi penanganan kebencanaan untuk membahas langkah antisipasi dan mitigasi.

Indra mengatakan kewaspadaan tetap diperlukan karena sebaran abu vulkanik dapat dipengaruhi kondisi atmosfer, termasuk arah dan kekuatan angin.

“Ini memang patut diantisipasi karena kita ketahui musim kemarau ini masih berlangsung. Kekuatan angin juga sangat berpengaruh terhadap penyebaran abu vulkanik,” ujarnya.

Meski belum ada laporan dampak, pihaknya meminta masyarakat tidak panik dan tetap memperhatikan informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Ia menuturkan jika abu vulkanik mulai terdeteksi di Kuningan, masyarakat dianjurkan mengurangi kegiatan di luar ruangan guna menghindari paparan abu.

“Warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu vulkanik,” katanya.

Ia menyampaikan masyarakat juga perlu menjaga sumber air dengan menutup sumur, tempat penampungan, serta sumber air lainnya jika mulai terkena abu vulkanik.

“Kami mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan sebaran abu vulkanik atau dampak lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau sehingga kondisi tersebut dapat segera diverifikasi dan ditangani,” ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Luar Negeri
Houthi Bakar Fasilitas Ener...
Advertisement
Gubernur DKI: PJJ Jakarta Berakhir, Sekolah Kembali Normal Besok

Gubernur DKI: PJJ Jakarta Berakhir, Sekolah Kembali Normal Besok

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.