Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bogor Perkuat Ekonomi Sirkular dengan Pemanfaatan Sampah Plastik dan Minyak Jelantah

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 13:47 WIB | Oleh:

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Tirza Nafira menyampaikan, pihaknya memiliki empat program utama dalam pengurangan sampah plastik yang telah dijalankan sejak 2018.

Program tersebut meliputi pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, menggantikan plastik sekali pakai dengan sistem guna ulang, pendampingan pengelolaan sampah berbasis komunitas mulai dari pemilahan hingga pengolahan sampah organik, serta pengukuran dampak mitigasi perubahan iklim dari pengelolaan sampah organik.

“Kami mengalihkan dari sistem sekali pakai menjadi sistem guna ulang. Memperbesar perilaku dan sistem guna ulang agar lebih masif, sehingga masyarakat tidak merasa perlu untuk menggunakan plastik sekali pakai secara berlebihan,” kata Tirza.

Dalam upaya penerapan sistem guna ulang, Dietplastik Indonesia bekerja sama dengan Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor melalui program pasar plastik. Program tersebut dilakukan dengan memberikan edukasi kepada pedagang dan pengunjung pasar agar tidak menggunakan plastik sekali pakai, melainkan membawa tas belanja sendiri.

Selain itu, pihaknya juga menempatkan dropbox tas belanja guna ulang di lima pasar di Kota Bogor.

“Kalau ada tas belanja di rumah yang cukup banyak dan menumpuk bisa dibawa dan ditempatkan di dropbox pasar Kota Bogor. Bagi yang lupa membawa bisa mengambilnya secara gratis. Jadi kita benar-benar mempraktikkan ekonomi sirkular dan sistem guna ulang,” ujar Tirza.

Lebih lanjut, Tirza menyebut Kota Bogor memiliki banyak inisiatif dalam pemilahan dan pengolahan sampah. Pihaknya turut membantu mendampingi sejumlah RW dalam melakukan pemilahan dan pengolahan sampah organik.

Menurut dia, pengelolaan sampah organik juga berperan dalam mengurangi emisi gas metana yang menjadi salah satu penyumbang pemanasan global.

“Bercampurnya sampah organik dan sampah anorganik menghasilkan gas metana yang paling berkontribusi pada pemanasan global dan krisis iklim sehingga ketika pengurangan sampah organik ke TPA, pastinya ada dampak mitigasi perubahan iklim dan itu harus diukur dan harus bisa diklaim oleh Kota Bogor sebagai kontribusi Kota Bogor mengurangi dampak krisis iklim,” pungkas Tirza. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
Advertisement
Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.