Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Serdang Bedagai Berkomitmen untuk Tingkatkan Layanan Pendidikan

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 14:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Serdang Bedagai Berkomitmen untuk Tingkatkan Layanan Pendidikan Doc: ANTARA
Ket. Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya (empat dari kiri)  saat membuka Forum Konsultasi Publik Standar Pelayanan Publik di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sergai Tahun 2026, di Aula Dinas Pendidikan, Sei Rampah, Senin.

SEI RAMPAH – Pemkab Serdang Bedagai, Sumatera Utara, menegaskan komitmen untuk meningkatkan layanan pendidikan yang melibatkan semua pemangku kepentingan, sehingga diharapkan ke depannya kualitas pendidikan daerah itu dapat terus meningkat.

"Peningkatan pelayanan pendidikan ini sangat penting jika kita ingin pendidikan kualitasnya bagus," kata Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya, saat membuka Forum Konsultasi Publik Standar Pelayanan Publik di lingkungan Dinas Pendidikan di Aula Dinas Pendidikan, Sei Rampah, Senin (07/9).

Ia mengatakan pelayanan publik merupakan wajah pemerintah yang paling mudah dirasakan masyarakat, termasuk kualitas pelayanan yang akan sangat menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

"Pelayanan publik tidak boleh hanya dipandang sebagai pelaksanaan tugas administratif semata. Lebih dari itu, pelayanan publik harus menjadi bentuk nyata dari kehadiran pemerintah dalam memberikan kemudahan, kepastian, keadilan, dan kepuasan kepada masyarakat,” katanya 

Menurut dia, sektor pendidikan memiliki posisi strategis karena menjadi fondasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM).

Keberhasilan pembangunan daerah pada masa mendatang juga sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang diberikan kepada generasi saat ini.

Untuk itu, peningkatan kualitas pelayanan pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui evaluasi terhadap standar pelayanan yang selama ini diterapkan.

Ia menilai Forum Konsultasi Publik menjadi ruang penting untuk mempertemukan pemerintah dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Forum tersebut, menurut dia,  tidak boleh berhenti sebagai kegiatan untuk memenuhi kewajiban administratif semata, sebaliknya, harus menjadi ruang untuk mendengarkan aspirasi, menerima masukan, mengidentifikasi persoalan, dan merumuskan langkah perbaikan pelayanan pendidikan secara bersama-sama.

Darma Wijaya juga memberikan perhatian khusus kepada satuan pendidikan SD dan SMP negeri yang mengikuti Penilaian Mandiri Kegiatan  Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2026.Ia mengajak seluruh penyelenggara pendidikan melihat pelayanan secara objektif.

Beberapa pertanyaan yang perlu dijawab antara lain tentang pelayanan yang mudah diakses, penyebaran informasi yang jelas bagi masyarakat, prosedur yang sederhana, serta kepastian waktu penyelesaian pelayanan. 

Selain itu, sarana dan prasarana juga harus dievaluasi. “Dan yang paling penting, apakah masyarakat benar-benar merasakan manfaat dan kepuasan dari pelayanan yang kita berikan?” katanya.

Ia menambahkan, hasil evaluasi harus menghasilkan perubahan nyata dan keberhasilan yang sudah dicapai harus dipertahankan dan ditingkatkan, sedangkan kekurangan yang ditemukan harus segera ditindaklanjuti.

“Jangan sampai kegiatan evaluasi hanya berhenti pada pengisian instrumen dan penyusunan dokumen. Yang paling penting adalah adanya perubahan nyata dalam kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Kenaikan Imbal Hasil Dollar...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.