Menara Eifel Ditutup Akibat Aksi Protes Pemindahan Staf Wanita Saat Kunjungan Kelompok Keagamaan
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 09:42 WIB | Oleh: Tim Penulis"Di Prancis, kami tidak meminta perempuan untuk menghapus diri mereka sendiri. Tidak ada dogma, tidak ada agama yang berada di atas hukum Republik," tulisnya.
Calon presiden sayap kanan Marine Le Pen juga mengkritik insiden tersebut, dengan mengatakan bahwa Prancis "tidak akan pernah menerima bahwa kehadiran perempuan 'dibatasi'".
Gabriel Attal, seorang pesaing dari kubu sentris untuk kandidat presiden, mengatakan, "di Prancis, tidak ada budaya, tidak ada kepercayaan, tidak ada agama, tidak ada apa pun dan tidak ada siapa pun yang dapat datang dan mendikte perempuan tentang tempat mereka seharusnya".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!