BMKG Terus Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Abu Vulkanik Anak Krakatau
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 16:02 WIB | Oleh: Ilham SudrajatSoekarno-Hatta dibuka pukul 00.30 WIB, disusul Halim Perdanakusuma pukul 00.40 WIB. Husein Sastranegara kembali beroperasi pukul 00.42 WIB, sedangkan Budiarto Curug dibuka pukul 01.25 WIB.
Pondok Cabe kembali beroperasi pukul 01.28 WIB, kemudian Muhammad Taufik Kiemas pukul 09.31 WIB. Radin Inten II dibuka pukul 09.45 WIB, disusul Salakanagara Tanjung Lesung pukul 09.50 WIB.
Tetap Waspada
Selain kondisi penerbangan, BMKG memantau laut melalui 20 tsunami gauge dan HF Radar Array di dua lokasi. Peralatan tersebut berada di Carita dan Tanjung Lesung untuk mendeteksi anomali gelombang muka air laut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Plh Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan pemantauan tidak menemukan anomali gelombang muka air laut. Probabilitas terjadinya tsunami berada pada kategori rendah atau di bawah 50 persen.
“Hingga pagi ini, tidak terdeteksi anomali kenaikan tinggi muka air laut ataupun perubahan pola arus permukaan. Kondisi itu tidak mengindikasikan akan terjadinya tsunami,” ucap dia.
Tinggi gelombang sekitar Selat Sunda diprakirakan berkisar 0,5 hingga tiga meter selama tujuh hari. Prakiraan tersebut berlaku untuk periode 8 hingga 13 September 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
BMKG juga mengacu informasi PVMBG mengenai erupsi baru Anak Krakatau pada pukul 07.49 WIB. Erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 48 milimeter dan berdurasi 19 detik dalam kategori strombolien kecil.
Mengikuti erupsi kecil lainnya, BMKG turut memantau gangguan geomagnetik dan sambaran petir akibat aktivitas Anak Krakatau. Pemantauan tersebut dilakukan menggunakan sensor magnet bumi dan lightning detector milik BMKG.
Gangguan geomagnetik kecil dan sambaran petir vulkanik tercatat mulai pukul 21.00 hingga 23.00 WIB. Aktivitas tersebut menunjukkan penurunan intensitas dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Melihat kondisi terkini, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan tenang terhadap dampak erupsi Anak Krakatau. Warga di wilayah terpapar abu vulkanik juga diminta membatasi aktivitas di luar rumah.
Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah diharapkan menggunakan masker serta kacamata pelindung. Informasi resmi juga perlu terus diperbarui melalui BMKG, PVMBG, BNPB, dan pemerintah daerah. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!