6 Bahaya Abu Vulkanik dan Cara Melindungi Diri dari Paparannya
📅 Minggu, 06 Sep 2026, 13:52 WIB | Oleh: Tim PenulisDicky menyampaikan adanya paparan abu vulkanik dapat membahayakan kesehatan karena menyebabkan iritasi. Pada mata akan menyebabkan kemerahan, perih, berair dan sensitif cahaya sampai dengan membuat luka goresan.
Mata juga bisa terkena peradangan konjungtivitis yang menimbulkan kemerahan, rasa terbakar, juga fotosensitivitas atau sensitif pada sinar matahari.
Pada saluran pernapasan, dia menyampaikan hal ini bisa menyebabkan iritasi hidung dan tenggorokan, pilek, batuk kering jika terkena paparan tinggi dan sesak atau nyeri di dada.
Cara melindungi diri dari abu vulkanik
Ketika wilayah tempat tinggal Anda terdampak abu vulkanik, Anda sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah dan menutup pintu serta jendela agar abu tidak mudah masuk.
Jika harus keluar, gunakan masker atau respirator yang mampu menyaring partikel dengan baik serta pelindung mata. CDC merekomendasikan respirator N95 untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan abu ketika berada di luar ruangan atau saat membersihkan abu.
Setelah beraktivitas di luar, bersihkan tubuh dan pakaian yang terkena abu. Hindari mengucek mata jika terasa perih dan segera cari bantuan medis apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan yang semakin berat.
Yang tidak kalah penting, masyarakat sebaiknya mengikuti informasi resmi dari BMKG, Badan Geologi, PVMBG dan pemerintah daerah. Dalam situasi erupsi, kondisi sebaran abu bisa berubah mengikuti arah angin sehingga informasi terbaru menjadi penting sebelum memutuskan untuk bepergian atau melakukan aktivitas di luar rumah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!