Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Abu Anak Krakatau Menyebar, Pengendara Motor Wajib Tahu Bahaya Ini

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 13:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Abu Anak Krakatau Menyebar, Pengendara Motor Wajib Tahu Bahaya Ini Doc: Antara
Ket. Anggota polisi membagikan masker kepada masyarakat untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9).

Jakarta - Merebaknya abu vulkanik di sejumlah kawasan menjadi ancaman tersendiri bagi pengendara sepeda motor, karena dapat mengganggu jarak pandang hingga mengganggu daya cengkraman ban karena tertutup abu vulkanik yang meningkatkan resiko kecelakaan.

Praktisi keselamatan berkendara yang juga Pendiri dan Kepala Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan abu vulkanik perlu diperlakukan sebagai bahaya serius karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan visibilitas.

“Abu vulkanik yang menutup permukaan jalan dapat bertindak seperti lapisan pasir halus, sehingga grip ban turun drastis dan kendaraan lebih mudah mengalami selip, terutama ketika melakukan pengereman atau menikung,” kata Jusri, Minggu (6/9)

Menurut dia, risiko tersebut semakin besar bagi pengendara sepeda motor karena kendaraan roda dua memiliki bidang kontak ban dengan jalan yang lebih terbatas dibandingkan mobil.

Jusri juga mengingatkan pengendara terhadap potensi gangguan pada mata dan sistem pernapasan.

Abu vulkanik yang masuk ke dalam helm dapat mengganggu penglihatan, sementara partikelnya berpotensi terhirup dan mengganggu saluran pernapasan.

Tak hanya pengendara, kendaraan juga berpotensi terdampak. Partikel abu dapat masuk melalui sistem penyaringan udara dan berisiko mengganggu kinerja mesin apabila paparan terjadi dalam jumlah banyak.

Karena itu, Jusri menyarankan pengendara menghindari perjalanan apabila abu sudah cukup tebal hingga mengubah warna atau tekstur permukaan jalan. Pengendara sebaiknya mencari lokasi aman dan menunggu kondisi membaik.

"Dalam kondisi abu vulkanik sedang tebal, keputusan Road Safety yang paling defensif bukan “bagaimana tetap berkendara”, tetapi “kapan harus berhenti dan tidak melanjutkan perjalanan," ucap dia.

Namun, apabila perjalanan tidak dapat ditunda, pengendara diminta menerapkan prinsip slow, smooth, straight.

Kecepatan harus dikurangi, menghindari pengereman maupun akselerasi mendadak, serta tidak mengambil sudut kemiringan besar ketika menikung.

Penggunaan masker atau respirator dan pelindung mata yang sesuai juga dianjurkan. Pengendara perlu menjaga jarak lebih jauh karena kendaraan lain dapat melakukan pengereman atau manuver secara tiba-tiba akibat jarak pandang yang terbatas.

Keselamatan, menurut Jusri, harus menjadi prioritas,"Jangan sampai keinginan untuk segera tiba di tujuan justru berakhir di tengah kondisi jalan yang berbahaya". 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.