6 Bahaya Abu Vulkanik dan Cara Melindungi Diri dari Paparannya
Minggu, 06 Sep 2026, 13:52 WIB | Oleh: Tim PenulisKondisi udara yang dipenuhi abu dapat membuat jarak pandang menurun. Hal ini tentu berisiko bagi pengendara, terutama sepeda motor, karena jalan menjadi lebih sulit terlihat dengan jelas.
Selain itu, abu dapat kembali beterbangan ketika terkena angin atau ketika kendaraan melintas. Karena itu, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi abu sedang cukup pekat.
5. Berbahaya bagi kendaraan
Abu vulkanik juga dapat menempel pada kendaraan dan masuk ke sejumlah bagian mesin. Berkendara di tengah hujan abu yang cukup lebat juga dapat memperburuk jarak pandang.
CDC menyarankan masyarakat menghindari berkendara ketika abu vulkanik sedang tebal karena kendaraan dapat mengalami gangguan dan aktivitas berkendara juga dapat membuat abu kembali beterbangan.
6. Abu yang menumpuk dapat membebani atap
Bahaya abu vulkanik tidak berhenti pada kesehatan manusia. Jika turun dalam jumlah besar dan menumpuk, abu yang berat juga dapat memberikan beban tambahan pada atap bangunan.
Dalam kondisi tertentu, tumpukan abu dapat meningkatkan risiko kerusakan hingga runtuhnya atap. Karena itu, kondisi bangunan perlu diperhatikan apabila suatu wilayah mengalami hujan abu cukup lebat.
Pandangan ahli
Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman membeberkan bahaya dari abu vulkanik bila mengenai tubuh dan tata cara membersihkan yang tepat.
"Abu vulkanik ini sangat berbeda jauh dengan abu ataupun debu biasa karena ini mengandung silika yang seperti serpihan kaca yang tajam dan bisa merusak khususnya pada organ yang terkena antara lain mata, hidung, mulut, maupun kulit," kata Dicky kepada ANTARA di Jakarta, Minggu (6/9).
Dicky menyampaikan adanya paparan abu vulkanik dapat membahayakan kesehatan karena menyebabkan iritasi. Pada mata akan menyebabkan kemerahan, perih, berair dan sensitif cahaya sampai dengan membuat luka goresan.
Mata juga bisa terkena peradangan konjungtivitis yang menimbulkan kemerahan, rasa terbakar, juga fotosensitivitas atau sensitif pada sinar matahari.
Pada saluran pernapasan, dia menyampaikan hal ini bisa menyebabkan iritasi hidung dan tenggorokan, pilek, batuk kering jika terkena paparan tinggi dan sesak atau nyeri di dada.
Cara melindungi diri dari abu vulkanik
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!