Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

6 Bahaya Abu Vulkanik dan Cara Melindungi Diri dari Paparannya

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 13:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
6 Bahaya Abu Vulkanik dan Cara Melindungi Diri dari Paparannya Doc: Pemkab Bogor.
Ket. Poster imbauan waspada terhadap abu vulkanik yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

JAKARTA - Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi dan dampaknya mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Pada Minggu (6/9), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.

Berdasarkan analisis citra satelit BMKG, abu vulkanik bergerak pada beberapa ketinggian dengan arah yang berbeda. Sebaran pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak menuju timur laut hingga selatan, mencakup sebagian wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat dan perairan di sekitarnya. Sementara itu, abu pada ketinggian lebih tinggi terpantau bergerak ke arah barat daya hingga barat laut.

Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih waspada, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah. Sebenarnya apa saja bahaya abu vulkanik bagi tubuh dan lingkungan?

1. Mengganggu saluran pernapasan

Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikel yang sangat kecil dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.

Paparan abu dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti batuk, hidung dan tenggorokan terasa tidak nyaman, hingga kesulitan bernapas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut abu vulkanik dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut maupun kronis, tergantung tingkat dan lamanya paparan.

Orang yang memiliki masalah pernapasan juga perlu lebih berhati-hati karena paparan abu dapat memperburuk keluhan yang sudah ada.

2. Membuat mata perih dan iritasi

Mata juga menjadi salah satu bagian tubuh yang mudah terdampak ketika abu vulkanik beterbangan.

Partikel abu dapat membuat mata terasa perih, gatal, merah atau berair. WHO juga mencatat aktivitas vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit.

Karena itu, ketika udara dipenuhi abu, sebaiknya hindari mengucek mata dan gunakan pelindung mata jika memang harus berada di luar ruangan.

3. Mengiritasi kulit

Kontak langsung dengan abu vulkanik juga dapat membuat kulit mengalami iritasi. Abu yang menempel di kulit, terutama dalam jumlah banyak, sebaiknya segera dibersihkan dengan cara yang aman.

Mengurangi kontak langsung dengan abu menjadi langkah sederhana untuk mencegah iritasi. CDC juga menyarankan penggunaan pakaian yang menutupi kulit ketika harus berada di area terdampak abu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Pemkot Bogor Kembali Buka CFD

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bogor Kembali Buka CFD
Advertisement
Penutupan Sementara Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 13.30 WIB

Penutupan Sementara Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 13.30 WIB

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.