Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perilaku Konsumen Generasi Z dan Alpha Mulai Kembali Cari Pengalaman 'Offline', Muncul Fenomena Offline Generation

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 05:41 WIB | Oleh:
Perilaku Konsumen Generasi Z dan Alpha Mulai Kembali Cari Pengalaman 'Offline', Muncul Fenomena Offline Generation Doc: ANTARA/Harviyan Perdana Putra
Ket. Ilustrasi warga melihat barang dagangan melalui perangkat elektronik pada aplikasi platform niaga elektronik (e-commerce) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (13/1).

JAKARTA - Generasi Z dan Alpha mulai menunjukkan kecenderungan untuk kembali mencari pengalaman secara luring (offline) di tengah keseharian yang semakin dekat dengan aktivitas digital.

Pakar pemasaran sekaligus Managing Partner Inventure Indonesia Yuswohady mengatakan kecenderungan tersebut terlihat dari meningkatnya kebutuhan generasi muda untuk mengurangi waktu yang dihabiskan di depan layar dan mendapatkan pengalaman secara langsung.

“Sekarang ini saya melihat ada tren ke offline, terutama Gen Z dan Alpha. Karena mereka sudah mulai mengurangi screen time, mereka mulai mencari pengalaman offline,” kata Yuswohady saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, kecenderungan tersebut menjadi salah satu perkembangan dalam perilaku konsumen setelah masyarakat melewati periode percepatan digitalisasi selama pandemi. Aktivitas digital yang sebelumnya meningkat pesat membuat konsumen semakin terbiasa dengan berbagai layanan berbasis online.

Namun, penggunaan kanal digital yang semakin lekat dengan keseharian juga mendorong munculnya kebutuhan terhadap pengalaman yang berbeda. Bagi generasi yang tumbuh dalam lingkungan digital, aktivitas secara langsung dapat menjadi bagian dari cara mereka menghabiskan waktu dan berinteraksi.

Yuswohady menyebut perkembangan tersebut sebagai fenomena “Offline Generation”, terutama di kalangan Gen Z dan Alpha.

“Jadi sekarang ini ada trend namanya Offline Generation. Gen Z dan Alpha itu mulai mengurangi screen time, kemudian mereka mencari pengalaman offline,” ujarnya.

Ia menilai kecenderungan tersebut tidak berarti generasi muda meninggalkan kanal online sepenuhnya. Menurut Yuswohady, perilaku konsumen saat ini berkembang menuju pola yang lebih beragam, dengan penggunaan kanal yang dapat berubah sesuai kebutuhan.

Yuswohady mengatakan fenomena tersebut turut terlihat dari perkembangan sejumlah kawasan yang menjadi titik berkumpul masyarakat, termasuk kawasan yang terintegrasi dengan transportasi publik atau transit oriented development (TOD).

Ia mencontohkan kawasan seperti Blok M, Harmoni, dan Dukuh Atas yang menurutnya berkembang sebagai ruang dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi.

“Sekarang ini tempat-tempat seperti Blok M, Harmoni, Dukuh Atas itu kan mulai menjadi tempat orang nongkrong, menjadi social hub,” katanya.

Menurut Yuswohady, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen terhadap interaksi dan pengalaman secara langsung tetap memiliki ruang di tengah perkembangan teknologi digital.

Kecenderungan generasi muda mencari kembali aktivitas offline pun menjadi salah satu faktor yang membuat kanal fisik tetap relevan dalam perkembangan lanskap belanja saat ini. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Gol Dianulir Hingga Kartu Merah Thom Haye, Indonesia Dipaksa Main 10 Pemain Lawan Malaysia

Gol Dianulir Hingga Kartu Merah Thom Haye, Indonesia Dipaksa Main 10 Pemain Lawan Malaysia

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.