Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ada Apa dengan Beras Jateng? Bapanas Kerahkan Satgas Pantau Harga hingga Ritel

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ada Apa dengan Beras Jateng? Bapanas Kerahkan Satgas Pantau Harga hingga Ritel Doc: ANTARA/ Mansur
Ket. Ilustrasi-Produksi beras medium dari pabrik penggilingan.

BAUBAU – Rantai pasok beras menjadi salah satu titik krusial dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Pengawasan tidak cukup hanya memastikan ketersediaan stok, tetapi juga perlu menelusuri pergerakan beras dari produsen, penggilingan, distributor hingga pedagang dan ritel.

Langkah ini penting untuk mencegah permainan harga, penimbunan, maupun pelanggaran mutu dan HET yang pada akhirnya dapat membebani konsumen.

Pemerintah kini memperkuat pengawasan melalui kolaborasi lintas lembaga agar pasokan tetap lancar dan harga beras terkendali.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat pengawasan rantai pasok perberasan di Jawa Tengah melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Harga dan Mutu Beras untuk memastikan stabilitas harga eceran tertinggi (HET), berkualitas, serta ketersediaan dan beras terjaga.

Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Bapanas, Rinna Syawal mengatakan penguatan pengawasan tersebut dilakukan melalui kolaborasi multipihak yang melibatkan Satgas Pangan Polri pusat dan daerah, pemerintah daerah, serta Perum Bulog dalam memantau kondisi perberasan.

"Pemerintah mulai menggerakkan Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras. Kolaborasi multipihak yang digagas Bapanas ini melibatkan Satgas Pangan Polri, baik pusat maupun daerah, beserta pemerintah daerah dan Perum Bulog," kata Rinna terkonfirmasi di Baubau, Sulawesi Tenggara, Kamis (3/9).

Bapanas berharap sinergi Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Jawa Tengah mampu memastikan penerapan HET beras berjalan sesuai ketentuan pemerintah dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

Pengawasan perberasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari produsen, distributor, pasar tradisional, hingga ritel modern agar rantai pasok berjalan baik serta harga beras tetap terkendali.

Dalam pelaksanaannya, tim gabungan bersama Dirkrimsus Polda Jawa Tengah, dinas pangan, perdagangan, perizinan, pertanian, dan Bulog memfokuskan pengawasan terhadap komoditas beras di wilayah tersebut.

"Jadi nanti kita tidak hanya di pasar, tapi juga ke produsen dan juga distributor serta ke ritel modern. Untuk tugas kali ini kita fokus kepada komoditas beras," ujarnya.

Rinna menjelaskan dirinya telah mengikuti rapat koordinasi bersama jajaran Polda Jateng di Semarang.

Bapanas menegaskan sasaran pengawasan meliputi produsen sampai tingkat eceran di pasar tradisional dan ritel modern. Adapun beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga turut dipastikan ketersediaan dan harga jualnya di pasaran.

"Jadi tiga komponen yang akan kita lakukan adalah monitoring beras premium, beras medium, dan beras SPHP. Jateng itu di Zona 1 itu, jadi beras premiumnya di Rp14.900 per kilo. Kemudian beras mediumnya di Rp13.500 per kilo dan SPHP di Rp12.500 per kilo," kata Rinna.

Sementara itu, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan fluktuasi beras tidak diakibatkan stok beras yang menurun. Stok beras nasional memadai, termasuk stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai bantalan program intervensi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
5 Event Akhir Pekan di Jakarta September 2026: Pameran Anabul Hingga Festival Art Toy

5 Event Akhir Pekan di Jakarta September 2026: Pameran Anabul Hingga Festival Art Toy

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.