Bukan Tembok Asli! Begini Megahnya Replika Konstantinopel di Balik Serial Mehmed
📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 14:30 WIB | Oleh: Tim PenulisTembok tersebut juga menjadi bagian dari kawasan bersejarah Istanbul yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kondisi itu membuat penggunaan lokasi asli untuk produksi serial berskala besar memiliki banyak keterbatasan.
Karena itu, pembangunan replika menjadi solusi bagi tim produksi untuk menghadirkan kembali suasana Konstantinopel abad ke-15 tanpa mengganggu situs sejarah yang masih tersisa.
TRT International Film Studios tidak hanya membangun replika tembok. Kompleks tersebut juga menghadirkan berbagai bangunan dan lingkungan yang mendukung cerita, mulai dari istana hingga tempat pelatihan tentara.
Produksi Mehmed: Fetihler Sultanı sendiri memang dikenal menggunakan set berskala besar dengan berbagai bangunan sejarah yang direkonstruksi untuk mendukung penggambaran kehidupan pada masa Sultan Mehmed.

Destinasi Wisata
Kemegahan produksi serial sejarah Turki tidak berhenti di kawasan Çekmeköy.
Di Riva, Beykoz, sisi Asia Istanbul yang berada tidak jauh dari Laut Hitam, terdapat Bozdağ Film Plateaus. Lokasi tersebut menjadi tempat produksi berbagai serial sejarah, termasuk Kuruluş: Osman, yang mengambil latar jauh sebelum era Sultan Mehmed II.
Berbeda dengan set produksi yang hanya digunakan untuk kebutuhan syuting, lokasi tersebut juga dibuka untuk masyarakat. Wisatawan dapat menjelajahi replika benteng Bizantium, istana dan kompleks pemerintahan yang terinspirasi dari Kesultanan Rum serta periode awal Kesultanan Utsmaniyah.
Pengunjung juga dapat melihat area perkemahan Suku Kayı yang menjadi bagian penting dalam cerita Kuruluş: Osman.
Tidak hanya bangunan, tersedia pula ruang pameran yang menyimpan berbagai kostum, senjata, dan zirah yang digunakan dalam produksi serial sejarah.
Koleksi tersebut antara lain berasal dari Diriliş: Ertuğrul, serial yang mengisahkan perjuangan Ertuğrul Ghazi bersama Suku Kayı, serta Kuruluş: Osman yang berfokus pada kisah Osman I dan lahirnya Kesultanan Utsmaniyah.
Ruang pameran itu pada akhirnya berfungsi layaknya museum sejarah sekaligus ruang pengalaman bagi penggemar serial. Pengunjung tidak hanya menyaksikan benda-benda yang digunakan dalam produksi, tetapi juga dapat merasakan atmosfer dunia yang selama ini mereka lihat melalui layar.
Diplomasi Budaya
Membuka set produksi kepada wisatawan merupakan salah satu cara untuk memperpanjang usia sebuah karya setelah proses syuting berlangsung. Set yang sebelumnya hanya menjadi tempat bekerja bagi kru dan pemain dapat berubah menjadi destinasi wisata yang menarik penggemar dari berbagai negara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!