Sembilan Hari Terjebak di Kedalaman 170 Meter, Dua Pekerja Nepal Berhasil Diselamatkan Hidup-Hidup
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 13:02 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SKATHMANDU — Dua pekerja pembangkit listrik tenaga air di Nepal berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup setelah terjebak selama sembilan hari di dalam terowongan yang terkubur lumpur dan puing-puing akibat banjir bandang.
Dari The Guardian, keduanya ditemukan di terowongan proyek pembangkit listrik tenaga air Upper Trishuli 3A, salah satu lokasi yang terdampak parah bencana banjir di wilayah Himalaya. Mereka berada sekitar 170 meter di dalam terowongan.
Juru bicara militer Nepal, Brigjen Raja Ram Basnet, mengatakan pekerja pertama yang berhasil dievakuasi adalah Sanjay Shah, seorang mandor di proyek tersebut. Tak lama kemudian, tim penyelamat juga mengeluarkan Kabir Maharjan, supervisor Shah.
Keduanya dalam kondisi stabil dan langsung diterbangkan ke rumah sakit di Kathmandu untuk mendapatkan perawatan.
Rekaman yang dirilis Angkatan Darat Nepal memperlihatkan Shah ditarik keluar dari pintu masuk terowongan yang sempit dan gelap. Tubuhnya dipenuhi lumpur, tetapi ia masih dalam keadaan sadar sebelum kemudian digendong oleh penyelamat menuju lokasi aman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah berhasil keluar, pertanyaan pertama Shah kepada petugas adalah, “Hari apa ini?”
Shah kemudian menceritakan bahwa ketika banjir menerjang, dirinya berada di ruang kendali terowongan. Saat itu terdapat sekitar 40 hingga 45 orang di lokasi, jauh lebih banyak dibandingkan kondisi normal yang biasanya hanya dihuni lima atau enam pekerja.
“Saya berada di ruang kendali, tanggung jawab saya adalah menyelamatkan nyawa semua orang. Setelah kecelakaan seperti itu, saya tidak bisa begitu saja melarikan diri sendirian. Saya harus menyelamatkan semua orang,” kata Shah kepada petugas militer.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan dirinya berusaha memperingatkan pekerja lain agar segera meninggalkan lokasi setelah mengetahui terjadi kecelakaan besar di bendungan.
“Karena itu, saya kehilangan waktu. Pada akhirnya, saya sendiri tidak bisa keluar,” ujarnya.
Selama terjebak dalam kegelapan, Shah mengatakan dirinya berusaha menjaga ketenangan dengan melafalkan mantra. Ia juga masih berkomunikasi dengan tiga atau empat orang lain yang berada di dalam terowongan.
“Mereka berkomunikasi dengan berteriak satu sama lain dari jarak dekat. Mungkin juga ada orang di dalam pembangkit listrik. Beberapa dari mereka mungkin tidak dapat melarikan diri,” katanya.
Tim penyelamat sebelumnya membutuhkan hampir enam hari untuk menemukan akses menuju terowongan di fasilitas Upper Trishuli 3A. Batu-batu besar, air banjir dan lumpur menutup sejumlah akses setelah gelombang air dan material menerjang lembah.
Ketika tim penyelamat akhirnya berhasil membuat terobosan pada Jumat pagi, mereka mendengar suara dari dalam terowongan. Petugas kemudian berteriak, “Jangan panik, kami sedang menyelamatkanmu.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!