Sekaratnya Pasar Pondok Labu, Omzet dari Rp10 Juta Rontok Menjadi Rp1 Juta
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 12:18 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Pasar-pasar tradisional sekarang mulai pada sekarat. Salah satunya adalah Pasar Pondok Lagu. Hal itu ditandai rontoknya omzet pedagang.
Pedagang di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, HelmySamsuddin menceritakan perubahan kondisi pasar yang kini semakin sepi sehingga berdampak pada penurunan omzet.
“Dulu, waktu masih tahun 2005-an, yang masih bisa di atas Rp10 juta ke atas karena ada langganan tukang kredit sama saya,” kata Helmy saat ditemui di Pasar Pondok Labu, Jakarta, Jumat.
Helmy yang menjual perabot rumah tangga dan kompor itu mengatakan omzet dagangannya saat ini rata-rata berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari. Angka tersebut jauh berbeda dengan kondisi perdagangan pada sekitar 2005.
Terlebih, Helmy yang telah berdagang di kawasan tersebut sejak 1979 itu mengatakan kondisi Pasar Pondok Labu mulai semakin berat dalam tiga tahun terakhir.
Menurut dia, perubahan pola belanja masyarakat dan meningkatnya transaksi secara daring turut mengurangi jumlah pengunjung pasar.
“Sekarang zamannya sudah parah sekali. Dari tiga tahun ke bawah, inilah agak parah. Kalau dulu, masih lumayan, masih ada. Sekarang ini, kita terbentur sama online,” ujar Helmy.
Kondisi sepi juga terlihat dari sejumlah kios yang tidak lagi beroperasi. Berdasarkan survei pribadi yang dilakukannya di area lantai dasar (basement) Pasar Pondok Labu, sebanyak 26 kios telah tutup, sementara sekitar 12 hingga 15 kios lainnya digunakan sebagai gudang.
“Lantai satu kayaknya, sih, yang buka paling 20 persen. Tukang sayur, tukang ikan, enggak ada. Intinya, mati,” ucap Helmy.
Sementara itu, pedagang lain, Firdaus juga mengeluhkan berkurangnya pengunjung Pasar Pondok Labu. Ia mengatakan omzet usaha makanan dan minumannya kini terkadang hanya mencapai Rp500.000 hingga Rp600.000 per hari.
Menurut dia, sebelum pandemi COVID-19, omzet pedagang bisa mencapai sekitar Rp45 juta hingga Rp60 juta per bulan.
“Kalau sekarang, enggak ada, mau hari libur kek, mau apa, sama saja, enggak ada orang,” ungkap Firdaus. Para pedagang pun berharap berbagai pihak dapat mencari solusi untuk kembali menghidupkan Pasar Pondok Labu dan meningkatkan jumlah pengunjung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!