Pakan Mahal Jadi Masalah, TEP IPB Bawa Jurus Maggot ke Salor
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 19:05 WIB | Oleh: Tim Penulis“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami karena ikan gastor bukan hanya sekadar kami konsumsi, digoreng atau dimasak, tetapi kami juga bisa berinovasi dengan membuat abon gastor dan juga abon lele untuk meningkatkan nilai jual ikan itu sendiri demi meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Indah.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Merauke mencatat produksi ikan untuk konsumsi lokal di Kabupaten Merauke pada 2024 mencapai 798.256 kilogram (kg).
Dari jumlah tersebut, produksi perikanan darat mencapai 55.953 kg, termasuk lele sebanyak 8.334 kg dan gabus atau gastor 5.408 kg.
Secara nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengestimasi produksi perikanan budi daya pada triwulan I-2025 mencapai 4,17 juta ton, meningkat 2,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai produksi perikanan budi daya pada periode tersebut mencapai sekitar Rp71,15 triliun.
Kementerian Transmigrasi pada Juli 2026 menugaskan 1.476 peserta TEP yang tergabung dalam 246 tim untuk diturunkan di 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Sebanyak 10 kawasan penugasan berada di wilayah Papua.
Sebanyak 53 lokasi penugasan tersebut merupakan bagian dari 154 kawasan transmigrasi prioritas yang sebelumnya telah dikunjungi dan dipetakan melalui TEP 2025.
Pada 2026, program itu diarahkan tidak hanya pada riset dan pemetaan, tetapi juga pekerjaan teknis, pendampingan, serta pengembangan inovasi berdasarkan kebutuhan kawasan.
Kementerian Transmigrasi menempatkan Merauke, termasuk Kawasan Transmigrasi Salor, sebagai salah satu wilayah pengembangan transformasi transmigrasi berbasis potensi ekonomi.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan pengembangan ekonomi kawasan akan diperluas ke berbagai wilayah di Papua.
“Ke depan tidak hanya Merauke, kami ingin menembus seluruh Papua. Harus ada pertumbuhan ekonomi di seluruh provinsi Papua, di seluruh kabupaten Papua, di seluruh desa-desa di Papua,” ujar Iftitah.
Kementerian berharap pengembangan pakan alternatif, pengolahan hasil perikanan, serta pendampingan usaha tersebut dapat memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!