Jangan Salah Kelola! Kawasan Transmigrasi Berpeluang Jadi Pusat Ekonomi Masa Depan
📅 Selasa, 25 Agu 2026, 09:40 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pengelolaan kawasan transmigrasi perlu diarahkan tidak sekadar pada penempatan penduduk, tetapi pada pembangunan kawasan yang produktif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Penguatan infrastruktur, akses pasar, pengembangan komoditas unggulan, serta peningkatan kapasitas masyarakat menjadi kunci agar kawasan transmigrasi mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Prof. Soner Başkaya, ekonom sekaligus guru besar pada Adam Smith Business School University of Glasgow, menilai transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat ekonomi baru tepat untuk memanfaatkan peluang Indonesia di tengah perubahan rantai pasok global.
Ia menilai Indonesia memiliki posisi yang menguntungkan karena letaknya strategis dalam perdagangan dunia, kekayaan sumber daya alam, serta posisi politik yang relatif netral.
“Posisi Indonesia saat ini sangat menguntungkan di mata dunia. Indonesia memiliki posisi politik yang relatif netral, jalur perdagangan yang strategis, serta kekayaan alam penting seperti nikel yang sangat dibutuhkan industri masa depan,” kata Başkaya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (25/8).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam Transmigration Executive Dialogue (TED) bertajuk “Dari Transmigrasi Menuju Transformasi Regional yang Produktif” di Jakarta, Senin (24/8), Başkaya mengatakan kondisi tersebut membuat transformasi transmigrasi semakin relevan di tengah perubahan ekonomi dan geopolitik global.
Ia menyebut pendekatan baru transmigrasi sebagai the right programme at the right time atau program yang tepat pada waktu yang tepat.
Menurut dia, peluang tersebut dapat diterjemahkan menjadi manfaat ekonomi yang lebih luas apabila investasi di kawasan transmigrasi terhubung dengan penciptaan pekerjaan produktif, peningkatan keterampilan masyarakat, pertumbuhan usaha lokal, serta akses menuju industri dan pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kawasan transmigrasi juga perlu ditunjang pusat pengolahan hasil bumi, jaringan logistik, fasilitas modern, akses pembiayaan, dan ekosistem inovasi agar lebih banyak nilai tambah dapat tercipta di daerah.
Dengan rantai nilai yang semakin lengkap, masyarakat tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah, tetapi juga memperoleh manfaat dari kegiatan produksi, pengolahan, distribusi hingga pemasaran.
Menurut Başkaya, pendekatan tersebut juga dapat membuka lebih banyak pilihan pekerjaan bagi masyarakat tanpa harus selalu berpindah ke kota besar.
Petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berpeluang memperoleh teknologi, pembiayaan, mitra usaha, serta akses pasar yang lebih luas.
Ia menilai keberhasilan transformasi kawasan dapat tercermin dari bertambahnya pekerjaan produktif, peningkatan pendapatan dan keterampilan masyarakat, tumbuhnya usaha lokal, serta perkembangan perekonomian daerah secara berkelanjutan.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan pandangan tersebut sejalan dengan paradigma baru pemerintah yang mengutamakan penciptaan kegiatan ekonomi dan lapangan pekerjaan sebelum perpindahan penduduk.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!