Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenaikan Tiket Masuk Ragunan demi Apa & Siapa? Ini Penjelasannya!

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 17:10 WIB | Oleh:
Kenaikan Tiket Masuk Ragunan demi Apa & Siapa? Ini Penjelasannya! Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Ket. Satwa jerapah di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Rabu (8/1).

JAKARTA - Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR) mendorong penyesuaian tarif tempat wisata tersebut demi meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan hewan.

"Usulan penyesuaian tarif sebenarnya telah beberapa kali dibahas dalam beberapa tahun terakhir, tetapi hingga saat ini belum ditetapkan. Usulan tersebut kembali disampaikan sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pengelolaan Taman Margasatwa Ragunan," kata Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Pengelola Taman Margasatwa Ragunan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat fungsi konservasi, edukasi, penelitian, dan rekreasi.

Sejalan dengan komitmen tersebut, usulan penyesuaian tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan kembali menjadi perhatian.

Wahyudi menilai penyesuaian tarif perlu dipertimbangkan dengan memperhatikan perkembangan kebutuhan pengelolaan taman margasatwa.

Terlebih, selama lebih dari 20 tahun tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan belum mengalami penyesuaian, sementara kebutuhan pemeliharaan dan perawatan satwa, pemenuhan standar kesejahteraan satwa, pemeliharaan fasilitas, serta peningkatan sarana dan prasarana terus berkembang.

"Penyesuaian tarif bukan semata-mata mengenai kenaikan biaya bagi pengunjung, tetapi diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Taman Margasatwa Ragunan, menciptakan pengalaman berkunjung yang lebih baik, serta memastikan satwa mendapatkan perawatan dan lingkungan yang semakin berkualitas," ucapnya.

Pemanfaatan peningkatan pendapatan nantinya tetap dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Prioritas peningkatan kualitas pengelolaan diarahkan antara lain pada peningkatan kesejahteraan satwa, melalui pemenuhan kebutuhan pakan dan nutrisi, pelayanan kesehatan, perawatan, pengayaan perilaku (enrichment), serta peningkatan kualitas habitat dan lingkungan satwa.

Kedua, peningkatan kualitas juga mencakup fasilitas, sarana, dan prasarana pelayanan, sehingga pengunjung memperoleh pelayanan yang semakin aman, nyaman, edukatif, inklusif, dan berkualitas.

Dengan peningkatan kualitas tersebut, Taman Margasatwa Ragunan diharapkan terus berkembang menjadi lembaga konservasi yang modern, profesional, dan mampu memenuhi standar pengelolaan kebun binatang bertaraf internasional.

Komisi C DPRD DKI Jakarta berencana melakukan penyesuaian tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan di angka Rp10.000.

Tarif Rp10.000 terbilang masih rasional dan ramah di kantong jika dibandingkan dengan beberapa destinasi wisata lain di Jakarta, seperti Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Pintu Uni Eropa Terbuka Leb...
Nasional
Menuju Tol Tanpa Gerbang, P...

Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri

57 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Presiden Serbia Aleksandar ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.