Kemenpar Promosikan Yogyakarta dan Lombok sebagai Destinasi Alternatif Wisatawan India
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 09:15 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasGili Trawangan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi bagi wisatawan India, khususnya segmen wisatawan muda berusia 25–45 tahun dan mereka yang melakukan perjalanan bersama teman.
Daya tarik pantai, kehidupan malam, beach club, pertunjukan musik, pilihan akomodasi mulai dari hostel hingga vila, serta karakter kawasan yang bebas kendaraan bermotor dinilai sesuai dengan minat wisatawan muda India yang mulai mencari pengalaman alternatif di luar destinasi wisata malam populer di Bali.
Aktivitas snorkeling untuk melihat penyu, bersepeda mengelilingi pulau, menikmati matahari terbenam, serta berbagai pengalaman yang menarik untuk dibagikan melalui media sosial turut menjadi daya tarik Gili Trawangan. Ketersediaan pilihan kuliner vegetarian yang memadai, baik melalui restoran maupun menu yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan wisatawan, menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat untuk mengoptimalkan potensinya di pasar India.
Rangkaian perjalanan dilanjutkan pada hari berikutnya menuju kawasan Kuta Mandalika. Peserta mengunjungi Autore Pearl Farm and Showroom, berbelanja di Sasaku Pusat Oleh-Oleh Khas Lombok, serta menikmati suasana malam di kawasan Kuta.
Selama berada di Lombok, peserta juga mengunjungi sejumlah daya tarik wisata lainnya, antara lain Desa Adat Sade, Taman Mayura, serta Masjid Raya Hubbul Wathan atau Islamic Center Nusa Tenggara Barat yang terletak di pusat Kota Mataram.
Setelah menyelesaikan rute masing-masing, kedua grup bertemu di Bali untuk menikmati sejumlah pengalaman wisata. Rangkaian kegiatan meliputi night safari dan menyaksikan Varuna Show di Taman Safari Bali, mengikuti ritual melukat di Pura Tirta Empul, menikmati atraksi Bali Swing di Uma Ceking Resto and Swing, serta berbelanja di Krisna Oleh-Oleh Bali.
Rangkaian tersebut memberikan gambaran yang lebih komprehensif kepada peserta mengenai keragaman produk wisata Indonesia, mulai dari wisata alam, budaya, spiritual, kuliner, hingga pengalaman berbasis satwa dan rekreasi.
Pada 23 Agustus 2026, Kementerian Pariwisata juga menggelar Networking Dinner yang mempertemukan peserta Fam Trip dengan pelaku industri pariwisata yang menjadi mitra kolaborasi dalam program tersebut. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri perwakilan KAI Wisata, InJourney, Taman Safari Bali, serta Discovery Kartika Plaza Hotel sebagai perwakilan Hotel Borobudur Jakarta.
Pelaksanaan Fam Trip turut didukung sejumlah mitra dari berbagai sektor industri pariwisata, antara lain Kereta Api Indonesia Wisata, InJourney, Taman Safari Bali dan Marine Safari Bali, Hotel Borobudur Jakarta, Raja Hotel Kuta Mandalika, The Golden Saffron Indian Cuisine, dan Pala Nusantara.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari sinergi pemerintah dan pelaku industri pariwisata untuk memperkuat promosi Indonesia di pasar internasional, khususnya India. Melalui kemitraan tersebut, para mitra turut menghadirkan pengalaman destinasi dan produk pariwisata Indonesia secara langsung kepada pelaku industri perjalanan India.
Asisten Deputi Pemasaran Mancanegara I Kementerian Pariwisata Dedi Ahmad Kurnia mengatakan pengenalan langsung terhadap destinasi diharapkan dapat membantu pelaku industri perjalanan India menyusun produk wisata Indonesia yang lebih beragam dan sesuai dengan karakter pasar.
“Fam Trip merupakan bagian dari strategi intensif untuk mengakselerasi jumlah kunjungan wisatawan India ke Indonesia. Mempertemukan travel agent secara langsung dengan beragam produk dan pengalaman wisata di destinasi, serta para mitra industri pariwisata, diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bisnis dan kolaborasi yang pada akhirnya mendorong peningkatan kunjungan wisatawan India ke Indonesia,” ujar Dedi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!