Antusiasme Siswa SMAN 8 Jakarta Ikuti “Coaching Writing Skill” Bertema 'Mahir Literasi, Jadi Gen Z Jago Nulis'
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 18:55 WIB | Oleh: Sriyono“Kehadiran Bapak berdua merupakan suatu kehormatan dan kesempatan yang sangat berharga bagi kami. Semoga ilmu yang diberikan pada kegiatan hari ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi seluruh peserta, “ ujar Ikma Hartanti.
Ikma Hartanti menggarisbawahi bahwa keterampilan menulis sudah selayaknya dimiliki siswa, khususnya di SMAN 8 Jakarta. Karena dengan kemampuan menulis itu, siswa dapat menjabarkan ide dan juga temuan dari hasil penelitian dalam tulisan yang bagus.
Sudah Hasilkan Karya
Pada pelatihan pertama dari rencana tiga kali pertemuan, narasumber yakni dosen IMDE, Suradi dan Friska berusaha menggali seberapa besar perhatian dan kemampuan siswa kelas 11 SMAN 8 Jakarta ini. Dan ternyata saat ditanya siapa saja yang sudah pernah menulis. Sejumlah anak mengangkat tangan tanda sudah memapu menulis.
Para siswa tersebut adalah Gael, Fahad, Ajeng, Annisa, Radita, Galen, Azka, Monang, Aura, Nizam. Mereka ada yang sudah menulis cerita pendek (cerpen), esai, menulis hasil riset untuk lomba, dan ada yang sudah menulis buku. “Wahh luar biasa sekali,” ucap Suradi dan Friska.
Tentu saja kemampuan menulis mereka menjadi contoh bagi siswa dalam pelatihan ini. Artinya, siswa lain pun bisa mengikuti jejak mereka menulis tentang apapun, dlam bentuk apapun, apakah fiksi maupun nonfiksi.
Pertemuan pertama gabungan seluruh siswa kelas 11 bagi pemateri Suradi dan Friska menjadi tantangan tersendiri. Karena itu mereka berdua lebih banyak berdialog dengan peserta sambil menanyakan respons atas materi yang disampaikan.
Respons menarik pun terungkap di pelatihan ini, beberapa siswa menanyakan bagaimana memulai menulis, bagaimana menulis cerpen yang baik, bagimana menulis berita untuk TV, dan yang membuat tercengang, ada pertanyaan bagaimana Tan Malaka menulis? dan apa pendapat pemateri tentang karya monumental Tan Malaka, Madilog atau Materialisme, Dialektika, dan Logika.
Satu-persatu pertanyaan dijawab oleh Suradi dan Friska sambil menyarankan tips menulis baik untuk cerpen, esai, maupun rencana menulis buku. Akan halnya soal Tan Malaka, Suradi yang punya latar belakang pendidikan sejarah, secara ringkas menjelaskan pemikiran dan karya Tan Malaka.
Mulai dari yang Dekat
Dalam sesi pelatihan pertama ini,pemateri, Suradi dan Friska memberikan tips praktis memulai menulis yaitu bagaimana kehidupan sekitar kita, baik sekitar sekolah, rumah, lingkungan, dan pertemanan bisa menjadi obyek atau tema penulisan, baik penulisan fiksi dan nonfiksi sambil memberikan beberapa contoh buku.
Namun yang terpenting adalah sebelum menulis, kita harus mempunyai banyak pengetahuan baik dari membaca buku, membaca berita online, mengikuti diskusi, atau mengamati sesuatu, termasuk mengamati tingkah polah teman, guru, pegawai sekolah, dan sebagainya. “Dari situ pasti banyak ide,” kata Suradi dan Friska.
Di akhir pelatihan, siswa yang sudah disarankan membawa peralatan tulis dan kertas, diberikan tantangan untuk menulis satu paragraf tentang acara ini. Menuangkan dalam bentuk tulisan dari acara uang kita ikuti, juga bagian dari trik untuk melatih menulis secara mudah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!