Kementerian Perindustrian Perkuat Pengembangan Teknologi Pengelolaan Kopi Lokal
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 13:44 WIB | Oleh: SriyonoSIDRAP - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBSPJIHPMM) memperkuat pengembangan teknologi pengelolaan kopi lokal melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
"Penguatan kerja sama ini dalam pengembangan industri berbasis komoditas unggulan daerah, khususnya peningkatan kualitas dan daya saing produk kopi Sidrap," kata Ketua Tim Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi, Konsultasi, dan Pendampingan Teknis BBSPJIHPMM Asma Assa, di Sidrap, Jumat.
Dalam keterangannya usai bertemu Bupati Sidrap, BBSPJIHPMM bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian setempat segera melaksanakan program pembinaan, peningkatan kompetensi, serta penerapan teknologi industri bagi pelaku usaha lokal.
Salah satu program yang rencana dijalankan, kata dia, yakni peningkatan kompetensi pengolah kopi melalui penerapan teknologi pascapanen yang melibatkan produsen kopi lokal di Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif merespons sinergi tersebut. Ia menilai peningkatan kualitas pengolahan menjadi kunci agar komoditas unggulan daerah mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kopi merupakan salah satu komoditas andalan di daerah kami selain beras. Oleh karena itu, kualitasnya harus terus ditingkatkan, mulai dari proses pascapanen sampai menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi," ujarnya pula.
Melalui pendampingan teknologi dari Kemenperin ini, kata Bupati, menjadi peluang bagi pelaku usaha kopi di Sidrap untuk meningkatkan mutu produknya sampai pada perluasan jangkauan pemasaran.
"Potensi kita ada. Tinggal bagaimana kita tingkatkan kualitas, kemasan, dan pemasarannya. Pemerintah daerah terus mendukung produk unggulan Sidrap tidak hanya dikenal di daerah, tetapi mampu bersaing di pasar yang lebih luas," ujarnya lagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pihaknya berharap kolaborasi pengembangan industri pengolahan kopi dapat berkembang lebih kuat, sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha, maupun memberikan dampak baik terhadap peningkatan pendapatan petani dan produsen kopi.
Selain Desa Leppangan, perkebunan kopi juga tersebar di desa lainnya wilayah Kecamatan Kecamatan Pitu Riase. Di Dusun III Matajeng, Desa Tana Toro. Kelompok Tani Sipammasemase mengelola dua hektare lahan untuk ditanami 4.000 pohon kopi robusta, dan telah berproduksi sejak 2024.
Kawasan ini memiliki kondisi geografis yang mendukung pengembangan perkebunan kopi dalam skala lebih luas, bahkan telah menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi mencapai puluhan ton.
Menurut Bupati, sejumlah lokasi di Kecamatan Pitu Riase masih memiliki lahan kosong dan sangat luas untuk pengembangan tanaman kopi. Rencana wilayah kecamatan ini akan dijadikan sentra produksi kopi, sehingga memerlukan intervensi dukungan pemerintah.
Peluang ini mesti diwujudkan demi meningkatkan pendapatan maupun menggerakkan perekonomian desa. Sebelumnya, ia ikut memanen kopi dan melihat langsung proses hulling atau pengupasan pengupas kulit biji kopi (grean bean) menggunakan mesin, proses pengeringan, penyortiran hingga pengolahan sebelum disangrai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!