Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masih Sesuai HET, Bapanas Pastikan Tidak Ada Gejolak Harga Beras di Kota Bandung

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 13:48 WIB | Oleh:
Masih Sesuai HET, Bapanas Pastikan Tidak Ada Gejolak Harga Beras di Kota Bandung Doc: antara foto
Ket. Kepala Biro Keuangan, Pengadaan, dan Umum Bapanas Jhon Hendra

KOTA BANDUNG - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan tidak terjadi gejolak harga beras di Jawa Barat (Jabar) berdasarkan hasil pemantauan harga dan mutu beras di sejumlah pasar di Kota Bandung.

Kepala Biro Keuangan, Pengadaan, dan Umum Bapanas Jhon Hendra mengatakan pemantauan dilakukan bersama Polda Jabar dan Perum Bulog untuk memastikan harga beras yang beredar di tingkat pedagang tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

“Dari dua titik yang kita lihat tadi, di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi, secara umum harga beras itu masih sesuai dengan HET. Di mana harga beras medium itu di kisaran Rp13.500 dan premium di Rp14.900,” kata Jhon, di Bandung, Jumat (4/9).

Ia mengatakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga masih dijual sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp12.500 per kilogram.

“Jadi, secara umum harga masih sesuai dengan HET yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Selain harga, kata dia, Satgas Pengendalian Harga dan Mutu Beras juga melakukan pemantauan ketersediaan beras dengan menanyakan langsung kepada pedagang. Hasilnya, stok beras di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi relatif aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

“Stok beras kita masih aman untuk menyuplai kebutuhan masyarakat di Kota Bandung, khususnya di Pasar Kosambi dan Pasar Sederhana,” katanya lagi.

Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jabar Yuliani Alzam mengatakan Bulog terus melakukan penyerapan gabah petani sejak awal tahun untuk menjaga ketersediaan beras di tengah musim kemarau.

“Jadi, dalam kaitannya dengan musim kemarau saat ini, kami dari awal tahun sudah melakukan pengadaan penyerapan gabah dan per hari ini tembus di angka 640 ribu ton,” kata Yuliani.

Ia mengatakan penyerapan gabah akan kembali dimaksimalkan pada September hingga November seiring dengan adanya potensi panen di sejumlah daerah di Jabar.

“Ke depan, pada September sampai dengan November akan ada banyak lagi panen, sehingga kami bisa lebih maksimal lagi dalam penyerapan,” ujarnya pula.

Yuliani memastikan stok beras yang tersedia di Jabar mencukupi hingga 2027 sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan maupun harga beras.

“Dengan 640 ribu ton lstok yang ada di Jawa Barat cukup sampai tahun 2027,” katanya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Kejutan Formasi 5-4-1 Timnas Indonesia, Luke Vickery Siap Menggebrak SUGBK di FIFA ASEAN Cup 2026

Kejutan Formasi 5-4-1 Timnas Indonesia, Luke Vickery Siap Menggebrak SUGBK di FIFA ASEAN Cup 2026

25 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.