Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset Infobip: Bisnis Indonesia Mulai Bergeser ke Keterlibatan Pelanggan Berbasis Percakapan

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 17:40 WIB | Oleh:
Riset Infobip: Bisnis Indonesia Mulai Bergeser ke Keterlibatan Pelanggan Berbasis Percakapan Doc: Infobib
Ket. Poster laporan riset bertajuk Infobip Indonesia Messaging & Engagement Report 2026. Hasil penelitian menunjukkan bisnis Indonesia mulai mengandalkan messaging, AI, dan RCS untuk membangun keterlibatan pelanggan yang lebih terintegrasi.

JAKARTA — Pola interaksi antara perusahaan dan pelanggan di Indonesia mulai bergeser dari sekadar mengejar jangkauan digital menuju keterlibatan berbasis percakapan. Perubahan tersebut didorong tingginya penggunaan smartphone dan internet, serta semakin luasnya pemanfaatan aplikasi pesan dalam berbagai tahapan perjalanan pelanggan.

Temuan tersebut terungkap dalam Indonesia Messaging & Engagement Trends Report 2026 yang dirilis Infobip. Laporan itu mencatat penetrasi smartphone di Indonesia telah mencapai 98,7 persen, sementara penetrasi internet berada di level 80,5 persen dengan 331 juta pengguna seluler aktif.

Kondisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar potensial di Asia Tenggara untuk pengembangan komunikasi bisnis melalui kanal percakapan.

Laporan Infobip menunjukkan kanal messaging tidak lagi hanya digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi mulai menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendapatkan, melayani, dan mempertahankan pelanggan.

WhatsApp menjadi kanal messaging bisnis yang paling banyak digunakan di Indonesia, dengan tingkat penggunaan mencapai 81 persen. Kanal tersebut digunakan dalam berbagai kebutuhan, mulai dari onboarding pelanggan, layanan konsumen, hingga komunikasi dua arah.

Sementara itu, SMS masih memainkan peran penting untuk autentikasi dan penyampaian notifikasi transaksional. Email tetap digunakan untuk kebutuhan komunikasi yang memerlukan dokumentasi dan informasi lebih lengkap.

AI Mulai Mengubah Layanan Pelanggan

Pemanfaatan kanal percakapan juga mulai menunjukkan dampak terhadap kinerja layanan pelanggan sejumlah perusahaan.

Infobip mencatat asisten WhatsApp berbasis AI milik Sinar Mas Land, SILVIA, kini menangani 42 persen percakapan pelanggan. Penggunaan sistem tersebut turut diikuti peningkatan skor kepuasan pelanggan menjadi 4,46.

Di sektor perdagangan kebutuhan pokok, platform belanja online Segari disebut berhasil memangkas waktu respons hingga 90 persen setelah memusatkan sistem keterlibatan pelanggannya. Perusahaan tersebut juga mencatat kenaikan Net Promoter Score (NPS) dari kisaran 25–30 menjadi 72.

Menurut Enterprise Business Director Infobip, Kukuh Prayogi, perubahan tersebut menunjukkan pelanggan kini semakin terbiasa menggunakan kanal messaging ketika berinteraksi dengan perusahaan.

“Indonesia telah menjadi salah satu pasar messaging paling dinamis di dunia, dengan bisnis yang kini mendesain ulang keterlibatan pelanggan berbasis percakapan,” kata Kukuh melaluk siaran pers pada hari Kamis (3/9).

Menurut dia, tantangan bagi perusahaan bukan lagi sekadar menyediakan kanal komunikasi, tetapi memastikan setiap percakapan terhubung dengan tahapan perjalanan pelanggan.

“Pelanggan sudah terbiasa menghubungi brand melalui messaging, dan pembeda utamanya saat ini adalah bagaimana percakapan tersebut dikelola di setiap tahap customer journey agar setiap titik interaksi terasa terhubung, bukan terfragmentasi,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Wali Kota Dukung Penuh Inve...
Advertisement
Penumpang LRT Sumsel Diimbau Kenakan Masker

Penumpang LRT Sumsel Diimbau Kenakan Masker

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.