Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset Infobip: Bisnis Indonesia Mulai Bergeser ke Keterlibatan Pelanggan Berbasis Percakapan

6 Kamis, 03 Sep 2026, 17:40 WIB | Oleh:

Indonesia tercatat berada di peringkat kelima secara global dengan 89,5 juta pengguna yang mendukung RCS. Angka tersebut menunjukkan adanya basis pengguna yang cukup besar untuk pengembangan pengalaman komunikasi pelanggan yang lebih interaktif.

Infobip bersama Telkomsel turut mengembangkan akses RCS for Business di Indonesia. Kanal tersebut memungkinkan organisasi menggunakan saluran terverifikasi untuk menghadirkan pengalaman komunikasi yang lebih kaya, sekaligus melengkapi penggunaan WhatsApp dan SMS.

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari perubahan cara perusahaan mengelola hubungan dengan pelanggan. Jika sebelumnya komunikasi cenderung berlangsung satu arah, kanal messaging memungkinkan perusahaan membangun interaksi yang lebih langsung dan berlangsung dalam konteks kebutuhan pelanggan.

Namun, semakin banyak kanal yang digunakan juga membawa tantangan baru. Perusahaan harus mengelola percakapan, data, serta kebutuhan pelanggan dari berbagai saluran agar tidak menghasilkan pengalaman yang terfragmentasi.

Investasi CPaaS Terus Bertumbuh

Kompleksitas komunikasi digital tersebut ikut mendorong kebutuhan terhadap platform komunikasi yang mampu mengintegrasikan berbagai kanal dalam satu sistem.

Laporan Infobip memperkirakan pasar Communications Platform as a Service (CPaaS) Indonesia akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan atau CAGR sebesar 33,25 persen.

Nilai pasar tersebut diproyeksikan meningkat dari US686,5 juta pada 2031.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap infrastruktur komunikasi yang mampu mengelola interaksi pelanggan lintas kanal dalam skala besar.

Pemanfaatan messaging juga berbeda-beda di setiap sektor industri. Di sektor perbankan, misalnya, percakapan digunakan untuk kebutuhan onboarding, autentikasi, serta layanan akun.

Industri ritel menggunakannya untuk menghubungkan aktivitas perdagangan dengan komunikasi setelah pembelian. Sektor telekomunikasi memanfaatkan messaging dalam berbagai tahapan siklus hidup pelanggan, sedangkan perusahaan perjalanan dan teknologi mengandalkannya untuk kebutuhan layanan yang bersifat sensitif terhadap waktu.

AI Tak Lagi Sekadar Otomatisasi

Perkembangan AI menjadi faktor lain yang turut mengubah pengelolaan komunikasi pelanggan.

Indonesia berada di peringkat kesembilan secara global dalam penetrasi keterampilan AI. Di sisi lain, 62 persen perusahaan diperkirakan akan mengadopsi AI pada 2030.

Dalam konteks customer engagement, perkembangan tersebut membuka peluang penggunaan AI yang lebih luas dibandingkan sekadar chatbot atau otomatisasi respons sederhana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Nasional
Ketua Umum PWI Kunjungi Kap...
Megapolitan
Distribusi Bantuan Air Bers...
Advertisement
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.