PBB: Dunia Harus Hadapi Kenyataan Peningkatan Suhu Global Melebihi 1,5 derajat Celcius
📅 Kamis, 03 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SBahasa lugas dalam laporan UNEP memicu kekhawatiran di kalangan pegiat iklim yang selama bertahun-tahun memperjuangkan target 1,5°C sejak ambang tersebut ditegaskan sebagai tujuan yang lebih ambisius dalam Perjanjian Paris.
Jasper Inventor, wakil direktur program Greenpeace International, mengatakan kemungkinan terlampauinya target tersebut merupakan momen yang menyedihkan, tetapi bukan alasan untuk menyerah.
"Ini adalah momen yang memilukan, tetapi melampaui target bukanlah alasan untuk menyerah dan melepaskan target 1,5°C," katanya.
Ilmuwan iklim sekaligus Kepala Eksekutif Climate Analytics, Bill Hare, mengecam laporan tersebut. Ia menilai laporan itu berisiko membuat masyarakat dan pemerintah menjadi apatis terhadap perubahan iklim.
Negara-negara kepulauan kecil yang sangat rentan terhadap kenaikan permukaan laut juga menjadi pembela kuat target 1,5°C. Mereka terus mendesak negara-negara kaya agar tidak meninggalkan ambang tersebut meskipun pencapaiannya semakin sulit.
Suhu global saat ini telah meningkat sekitar 1,4°C dibandingkan periode 1850–1900, terutama akibat pembakaran bahan bakar fosil. Tiga tahun terakhir juga tercatat sebagai tahun-tahun terpanas dalam sejarah pencatatan.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa setiap kenaikan suhu di atas 1,5°C dapat memperparah cuaca ekstrem dan mendorong bumi semakin dekat dengan titik kritis, termasuk mencairnya lapisan es serta kerusakan dan hilangnya terumbu karang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!