Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Daging Sapi Super di Mataram Melonjak Tembus Rp170 Ribu per Kg, Kok Bisa Semahal Ini?

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 00:05 WIB | Oleh:
Harga Daging Sapi Super di Mataram Melonjak Tembus Rp170 Ribu per Kg, Kok Bisa Semahal Ini? Doc: Antara foto
Ket. Sarah, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (2/9).

MATARAM - Harga daging sapi segar kelas super di pasar tradisional Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengalami kenaikan drastis hingga menyentuh angka Rp170.000 per kilogram. 

Sarah, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, Rabu, mengatakan, kenaikan harga daging kelas premium yang mencapai Rp170.000 per kilogram terjadi sejak dua minggu terakhir.

"Kenaikan ini terjadi karena tingginya permintaan sejak masuknya bula Maulid Nabi Muhammad SAW, sementara stok terbatas," katanya.

Biasanya harga daging sapi super berkisar Rp155.000-Rp160.000 per kilogram, namun kini tembus hingga Rp170 ribu per kilogram. 

Karena mahal, katanya, dia jarang membawa yang kelas super murni dan sebagai alternatif, daging kelas super dicampur dengan daging kelas satu supaya ada untung sedikit dan pembeli tidak kabur.

Selain kualitas premium, harga daging sapi kualitas lainnya seperti daging campuran kelas 3 berada pada kisaran fluktuatif antara Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Sedangkan, untuk daging kualitas kelas dua harganya Rp130.000-Rp140.000 per kilogram

"Daging yang saya jual setiap hari merupakan daging sapi segar, bukan daging beku. Kalau daging beku, peminatnya kurang," katanya.

Tingginya harga itu, katanya, berdampak pada pasokan dan penjualan harian. Stok daging yang dibawa pedagang kini tidak menentu, berkisar antara 10 hingga 15 kilogram per hari.

"Penjualan tidak keruan. Kalau lagi ramai bisa habis, tapi kalau sepi kadang masih tersisa 6 sampai 7 kilogram,"  katanya. 

Menyikapi hal itu, Asisten II Bidang Perekonomian Setda Kota Mataram H Miftahurrahman tidak menampik terhadap kenaikan harga tersebut. 

Dari hasil pantauan ke beberapa pasar tradisional seperti di Pasar Mandalika dan Kebon Roek, harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp150.000 per kilogram hingga Rp170.000 kilogram akibat terbatasnya stok sapi potong dan peningkatannya permintaan pasar karena adanya perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Selama bulan Maulid, warga di Kota Mataram secara bergantian merayakan Maulid dengan acara silaturahmi, doa, zikir, dan ditutup dengan makan-makan dalam porsi besar.

"Menu utama saat Maulid adalah daging sapi dan ayam segar, sehingga memicu kenaikan," katanya.

Sementara itu, komoditas daging ayam mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 menjadi Rp45.000 per kilogram yang dipicu oleh pengaturan kuota distribusi dari tingkat pengepul. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.