Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah Gubernur BI Baru Terpilih, Menkeu Minta KSSK Lebih Tajam Nilai Ekonomi

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 00:11 WIB | Oleh:
Setelah Gubernur BI Baru Terpilih, Menkeu Minta KSSK Lebih Tajam Nilai Ekonomi Doc: Antara foto
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berharap instrumen penilaian kondisi ekonomi dan likuiditas pasar dapat disempurnakan melalui forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) agar lebih mencerminkan kondisi riil, seusai Bank Indonesia (BI) memiliki gubernur baru.

Hal itu disampaikan Purbaya dalam menjawab pertanyaan wartawan mengenai koordinasi yang perlu diperdalam seusai dilantiknya Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.

“KSSK kan rutin. Kita coba pertajam instrumen-instrumen kita untuk melihat kondisi ekonomi dan likuiditas di pasar, sehingga tidak seperti kemarin-kemarin,” kata Purbaya dalam wawancara cegat (doorstop) di Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu.

Berkaca dari kondisi beberapa waktu lalu, Purbaya mengatakan dirinya termasuk terlambat dalam menilai kondisi likuiditas di sistem perekonomian ketika hanya mengandalkan indikator seperti alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid terhadap dana pihak ketiga (DPK) secara umum. Namun jika ditelaah lebih lanjut, perbankan rupanya mengalami tantangan likuiditas.

“Itu antara lain yang mesti kita perbaiki. Jadi kita ingin mengembangkan tools-tools yang betul-betul melihat riil kondisi di lapangan,” kata Purbaya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi berharap koordinasi dapat terjalin menjadi semakin baik antara OJK dan BI dalam kerangka KSSK, termasuk bersama Kementerian Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Ia mengatakan, sinergi menjaga stabilitas melalui koordinasi kebijakan dilakukan dengan tetap menjaga independensi masing-masing lembaga.

“Namun tentunya, semua itu harus kita koordinasikan dan sinergikan supaya tidak ada conflicting policy, supaya juga memastikan sinergitas kita untuk menjamin stabilitas sistem keuangan,” kata Friderica.

Pada Rabu, Destry Damayanti resmi dilantik menjadi Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2026-2031, setelah mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto.

Pada kesempatan yang sama, Aida S. Budiman juga mengucapkan sumpah jabatan sebagai Deputi Gubernur Senior BI serta Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI.

Pelantikan ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 92/P Tahun 2026 tanggal 1 September 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Jarak Pandang Terbatas, Ban...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.