Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

LD FEB UI dan Kredivo Group Kaji Dampak Kredit Digital terhadap Ekonomi Indonesia

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 18:52 WIB | Oleh:

Chief Marketing Officer Kredivo Indina Andamari mengatakan, perkembangan layanan selama satu dekade menunjukkan perubahan kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan.

“Sepuluh tahun lalu, Kredivo hadir untuk membantu menjawab kesenjangan akses kredit di Indonesia. Seiring waktu, layanan kami berkembang dari membuka akses pembiayaan menjadi bagian dari perjalanan finansial jutaan masyarakat,” kata Indina.

Menurut dia, penelitian tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kontribusi kredit digital sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pengembangan layanan.

“Studi ini memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kontribusi tersebut sekaligus menjadi masukan bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang semakin relevan, inklusif, dan bermanfaat bagi konsumen Indonesia dengan ragam kebutuhan yang terus berkembang dinamis,” ujarnya.

Laporan Dijadwalkan Terbit 10 September

Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo dijadwalkan dipublikasikan pada 10 September 2026. Hasil lengkap penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran berbasis data mengenai posisi dan kontribusi kredit digital dalam ekosistem keuangan Indonesia.

Selain menjadi bahan evaluasi bagi pelaku industri, laporan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan dalam memahami perkembangan kredit digital secara lebih komprehensif. Dengan demikian, diskusi mengenai kredit digital tidak hanya ditempatkan pada isu pertumbuhan industri atau risiko konsumsi, tetapi juga mencakup aspek inklusi keuangan, akses pembiayaan UMKM, perilaku finansial, serta kontribusinya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Publikasi studi ini sekaligus menjadi upaya untuk menghadirkan pembahasan berbasis bukti mengenai bagaimana layanan kredit digital digunakan dan sejauh mana keberadaannya memberikan dampak terhadap kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Yura Yunita Rilis Lagu Terbaru “Pertiwi”

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Yura Yunita Rilis Lagu Terb...
Luar Negeri
Uni Afrika Kutuk Keras Kude...
Nasional
Mendag Dorong Produk Berday...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.