Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bandung Tingkatkan Kewaspadaan Terkait Penyebaran Kasus Influenza A

3 Rabu, 23 Sep 2026, 14:00 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung Tingkatkan Kewaspadaan Terkait Penyebaran Kasus Influenza A Pemkot Bandung Tingkatkan Kewaspadaan Terkait Penyebaran Kasus Influenza A Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan kasus influenza A yang belakangan ramai disebut sebagai super flu. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meminta masyarakat tidak menganggap remeh gejala flu, terutama pada anak-anak.

Wali Kota Farhan mengatakan kewaspadaan terhadap influenza perlu ditingkatkan bersama seluruh fasilitas kesehatan di Kota Bandung. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut tidak perlu disikapi dengan kepanikan.

“Super flu di Kota Bandung ini ada beberapa. Bahkan kalau melihat di rumah sakit beberapa memang sudah kita lakukan isolasi. Beberapa kasus di luar Kota Bandung,” kata Wali Kota Farhan di Balai Kota Bandung, Selasa (22/9).

Menurut dia, terdapat kasus dengan kondisi fatal di luar Kota Bandung. Oleh karena itu, Pemkot Bandung meminta fasilitas kesehatan kembali meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi kasus influenza meski penanganannya tidak disamakan dengan situasi pandemi Covid-19.

“Untuk fasilitas kesehatan kita hidupkan kembali kewaspadaan seperti kita menghadapi Covid, tapi levelnya level rumah sakit atau fasilitas kesehatan,” ujar dia.

Wali Kota Farhan secara khusus mengingatkan orang tua agar tidak memaksakan anak pergi ke sekolah ketika mulai mengalami gejala flu.

Ia menyebut sejumlah gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi selama beberapa hari, kehilangan penciuman atau anosmia, kehilangan kemampuan mengecap rasa serta batuk yang cukup berat dan berlangsung lama.

“Kalau anak-anak mengalami flu, sebaiknya tidak sekolah dulu pastikan ke dokter dulu karena gejalanya ternyata persis seperti Covid,” ungkap dia.

Wali Kota Farhan menilai, langkah tersebut penting untuk mencegah penularan, terutama di lingkungan sekolah yang menjadi tempat berkumpulnya banyak anak.

Ia mengatakan, pengalaman selama pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa penularan penyakit dapat terjadi lebih mudah ketika masyarakat berkumpul dalam satu tempat.

“Kalau anak terlihat mulai mengalami gejala flu, jangan dipaksakan sekolah. Karena biasanya penyebaran seperti belajar dari masalah Covid terjadi ketika ada perkumpulan,” ucap dia.

Meski demikian, Wali Kota Farhan menyebut data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung menunjukkan adanya peningkatan kasus tetapi belum menunjukkan angka yang dianggap sangat signifikan.

Ia menduga ramainya informasi mengenai super flu di media sosial turut membuat masyarakat lebih waspada sehingga kunjungan ke fasilitas kesehatan meningkat.

“Laporan dari Dinkes, ada peningkatan tapi ternyata datanya juga tidak terlalu signifikan. Tapi di media sosial ramai sampai IGD pun penuh,” kata Wali Kota Farhan.

Menurut dia, kewaspadaan masyarakat merupakan hal yang baik tetapi tidak perlu berubah menjadi kepanikan.

“Flu sedikit juga karena ada super flu jadi wajarlah. Bagus kewaspadaan,” ungkap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Harga Cabai Rawit Rp93.650/Kg, Telur Ayam Rp29.300/Kg

37 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp93.650/...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.