Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendukbangga Sebut Tiga Isu Ancam Masa Depan Remaja

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 14:10 WIB | Oleh:
Mendukbangga Sebut Tiga Isu Ancam Masa Depan Remaja Doc: RRI/Hana Syarif
Ket. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji (tengah)

JAKARTA - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, menyoroti tiga isu yang menjadi perhatian dalam masa depan remaja Indonesia. Ketiga isu tersebut yakni seks pranikah, pernikahan dini, dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, serta zat adiktif atau napza.

Ketiganya menjadi edukasi yang disampaikan para Duta Generasi Berencana (Duta GenRe) kepada remaja berusia 10 hingga 24 tahun. Menurut dia, Duta GenRe memiliki peran penting di lapangan untuk mengampanyekan pencegahan seks pranikah, pernikahan dini, dan napza.

“Inilah yang setiap hari mereka kampanyekan tiga hal yang berkenaan dengan isu-isu generasi berencana. Karena di luar ada program-program kementerian yang mereka paling depan untuk program-program yang berkenaan dengan remaja,” ucap Wihaji usai rangkaian acara ADUJAKNAS 2026, di Jakarta, Selasa (22/9).

Wihaji menegaskan, upaya pencegahan tidak hanya berkaitan dengan besaran data atau persentase kasus. Tetapi juga bagaimana menggerakkan dan mengubah perilaku remaja agar terhindar dari berbagai risiko tersebut.

Adapun, remaja dinilai cenderung lebih percaya untuk berbicara mengenai persoalan yang dihadapi kepada teman sebaya. Demikian disampaikan Direktur Bina Ketahanan Remaja Kemendukbangga, Irma Ardiana.

Menurut Irma, kondisi tersebut membuat teman sebaya memiliki peran penting sebagai penyampai pesan kepada remaja. Karena itu, program Genre dirancang dari, oleh, dan untuk remaja melalui berbagai kegiatan yang mendorong mereka berinovasi.

Namun, inovasi yang dilakukan tidak cukup hanya menghasilkan gagasan, melainkan harus memberikan dampak yang dapat diukur. Keberlanjutan program juga menjadi tantangan karena regenerasi anggota Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) berlangsung cepat.

Setiap sekitar dua tahun, anggota PIK-R mengalami pergantian seiring perpindahan jenjang pendidikan. Karena itu, program GenRe perlu terus mengaktifkan kembali sekaligus membina PIK-R agar keberlanjutan pendampingan bagi remaja tetap berjalan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Bupati Klaten Masih Diperiksa KPK, Usai Ditangkap

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bupati Klaten Masih Diperik...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.