Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengungkap Rahasia di Balik Kawah

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 07:21 WIB | Oleh:
Mengungkap Rahasia di Balik Kawah Doc: Foto: Gaku Nishiyama
Ket. Contoh struktur pemendekan di Merkurius. Tebing curam yang sesuai dengan struktur pemendekan ditunjukkan oleh panah putih.

MELANJUTKAN eksplorasi mengenai dinamika planet terdekat Matahari ini, perhatian para ilmuwan beralih pada kendala observasi di lapangan serta bagaimana teknologi masa depan memegang kunci untuk memvalidasi seluruh teori tersebut.

Persoalannya, permukaan Merkurius tidak pernah benar-benar tenang. Selama miliaran tahun, planet tersebut terus dihantam asteroid dan komet. Tumbukan meninggalkan kawah dalam jumlah sangat besar dan membuat permukaan Merkurius tampak seperti Bulan yang penuh cekungan.

Material yang terlempar dari tumbukan kemudian tersebar di berbagai wilayah. Akumulasi material tersebut dapat menutupi atau mengaburkan struktur geologi yang terbentuk ketika Merkurius menyusut. Kondisi inilah yang menarik perhatian Nishiyama dan timnya.

Para peneliti menggunakan data dari wahana antariksa Messenger milik NASA untuk membuat peta global kekasaran permukaan Merkurius. Mereka menemukan pola yang menarik: wilayah permukaan yang paling kasar justru memiliki lebih sedikit kerutan dan struktur penyusutan yang terlihat dibandingkan wilayah yang lebih halus.

Jika proses penyusutan Merkurius berlangsung secara relatif merata, seharusnya struktur tersebut tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu. Perbedaan ini kemudian menimbulkan dugaan bahwa sebagian struktur penyusutan bukan tidak pernah terbentuk, melainkan tertutup oleh material hasil tumbukan.

Tim peneliti selanjutnya memperkirakan jumlah struktur yang mungkin tersembunyi di wilayah-wilayah tersebut. Hasil perhitungannya menunjukkan bahwa penyusutan Merkurius bisa 10 hingga 30 persen lebih besar daripada perkiraan sebelumnya. Salah satu estimasi yang diperoleh menunjukkan perubahan radius sekitar 11,6 kilometer.

Sumber lain yang dirangkum dalam penelitian tersebut memperkirakan perubahan diameter Merkurius akibat penyusutan bisa mencapai hampir 19 kilometer, atau bahkan lebih tinggi dalam batas estimasi tertentu. Space.com menyebut perhitungan baru menunjukkan kemungkinan perubahan diameter hingga sekitar 23 kilometer, dibandingkan kisaran 4 hingga 16 kilometer yang digunakan sebelumnya.

Keterbatasan Data “Messenger”

Pengetahuan mengenai penyusutan Merkurius berkembang berkat sejumlah misi antariksa yang telah mengunjungi planet tersebut. Merkurius sulit dipelajari karena posisinya sangat dekat dengan Matahari. Suhu ekstrem dan lingkungan radiasi di sekitarnya membuat misi menuju planet ini jauh lebih menantang dibandingkan misi ke sejumlah planet lain.

Sebelum misi terbaru, hanya dua wahana yang telah melakukan eksplorasi dekat terhadap Merkurius: pertama Mariner 10 milik NASA pada 1970-an dan kedua Messenger, yang mulai mengorbit Merkurius pada 2011. Mariner 10 memberikan gambaran awal mengenai struktur permukaan Merkurius, sementara Messenger memberikan gambaran global yang jauh lebih lengkap.

Namun, data Messenger tetap memiliki keterbatasan. Wahana tersebut tidak mampu menangkap seluruh struktur geologi berukuran kecil di permukaan planet. Menurut materi penelitian yang dirangkum Space.com, Messenger hanya dapat membedakan fitur dengan ukuran sekitar 5 kilometer atau lebih. Artinya, masih mungkin ada struktur penyusutan yang lebih kecil yang belum teridentifikasi.

Kesempatan untuk menguji kembali perkiraan tersebut datang dari BepiColombo, misi gabungan Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA). Setelah menempuh perjalanan hampir delapan tahun, misi tersebut memasuki tahap kedatangan menuju Merkurius. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Apple Luncurkan HomePod Mini Generasi Kedua

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Apple Luncurkan HomePod Min...
Advertisement
Sejarah Besar! Akhirnya Ada Orang Indonesia yang Berlaga di Liga Champions!!!

Sejarah Besar! Akhirnya Ada Orang Indonesia yang Berlaga di Liga Champions!!!

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.