BMKG Ungkap Puncak Musim Hujan Terjadi Desember 2026
📅 Rabu, 23 Sep 2026, 14:20 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Freepik
JAKARTA - BMKG memprediksi musim hujan 2026-2027 mulai berlangsung pada Desember hingga Februari, tetapi kedatangannya diperkirakan lebih lambat dari biasanya. Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang berlangsung bersamaan di wilayah Indonesia tahun ini.
BMKG memprediksi 529 Zona Musim atau 61,08 persen luas daratan Indonesia mengalami kemunduran awal musim hujan tahun ini. Fenomena El Nino sangat kuat dan IOD di sekitar Indonesia turut mengurangi curah hujan selama periode kekeringan berlangsung.
"Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat pada 529 zona musim. Kondisi tersebut menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami awal musim hujan lebih lambat dari biasanya tahun ini," kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam keterangan pers, Rabu (23/9).
Meski berlangsung lebih singkat, musim hujan diperkirakan membawa curah hujan lebih besar dari normal pada sejumlah wilayah Indonesia. Karena itu, masyarakat perlu mewaspadai hujan deras yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi basah di wilayah rawan bencana setempat.
Ia mengatakan periode musim hujan yang lebih singkat perlu diwaspadai karena curah hujan diprediksi lebih tinggi dari normal. Hujan dapat turun lebih intens sehingga wilayah yang secara historis rawan bencana hidrometeorologi basah perlu meningkatkan kewaspadaan setempat.
Puncak musim hujan diperkirakan terkonsentrasi selama tiga bulan yakni Desember 2026, Januari 2027, hingga Februari 2027 di Indonesia. Demikian disampaikan okeh Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab.
Pada Desember 2026, sekitar 155 Zona Musim atau 36,94 persen luas daratan Indonesia diprediksi memasuki puncak hujan nasional. Wilayah tersebut meliputi sebagian besar Sumatera, Kalimantan bagian utara, Kalimantan Barat, serta sebagian Sulawesi bagian barat Indonesia tersebut.
"Puncak musim hujan diperkirakan berlangsung pada Desember 2026, Januari 2027, hingga Februari 2027 di wilayah Indonesia. Masyarakat perlu mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas selama musim hujan berlangsung," ujar dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!