Perbesar Dampak Ekonomi Sektor Pariwisata, Kemenpar Pastikan Setiap Rupiah Uang Negara Tepat Sasaran
📅 Senin, 31 Agu 2026, 14:58 WIB | Oleh: SriyonoJAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan akan mengarahkan Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2027 untuk memperbesar dampak sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional, sekaligus memastikan manfaat pembangunan pariwisata semakin dirasakan masyarakat di berbagai daerah.
“Pembahasan anggaran bukan semata-mata mengenai besaran anggaran, tetapi mengenai bagaimana setiap rupiah uang negara diterjemahkan menjadi program kerja yang tepat sasaran, dilaksanakan secara akuntabel, serta diawasi bersama agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Rapat Kerja Bersama Komisi VII di Jakarta, Senin (31/8).
Widiyanti mengatakan pada 2027, Kementerian Pariwisata memperoleh pagu anggaran sebesar Rp1.509.057.247.000. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung pencapaian indikator kinerja utama serta penyelesaian berbagai isu strategis pembangunan pariwisata.
Dalam rancangan anggaran 2027, Kementerian Pariwisata tetap menjaga keberlanjutan program sekaligus memperkuat area yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Alokasi untuk Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur meningkat dari 39,43 miliar menjadi 48,54 miliar rupiah, sementara Deputi Bidang Industri dan Investasi meningkat dari 21,69 miliar menjadi 26,33 miliar rupiah. Anggaran Tugas Pembantuan juga meningkat dari 17,86 miliar menjadi 19,76 miliar rupiah untuk mendukung pemerataan pembangunan pariwisata di seluruh provinsi.
Program unggulan 2027 meliputi Peningkatan Keselamatan Berwisata, Desa Wisata, Pariwisata Berkualitas, Event by Indonesia, serta Tourism 5.0. Pada sisi destinasi, bantuan pemerintah untuk peningkatan amenitas dan aksesibilitas ditargetkan meningkat dari 92 unit pada 2026 menjadi 150 unit pada 2027, sementara program peningkatan keselamatan berwisata akan dilaksanakan di 24 lokasi.
Digitalisasi juga diperkuat melalui pengembangan SISPARNAS dan JADESTA, dengan target lebih dari 6.300 data dan informasi desa wisata pada JADESTA serta penyediaan data atraksi pariwisata di 38 provinsi melalui SISPARNAS.
Arah kebijakan tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi pariwisata terhadap ekonomi nasional. Pada 2027, kunjungan wisatawan mancanegara ditargetkan mencapai 17,6–19,1 juta kunjungan, perjalanan wisatawan nusantara 1,28 miliar perjalanan, investasi pariwisata 71 triliun rupiah, serta devisa pariwisata 25,5–28,6 miliar dollar AS.
Sebagai pijakan, pada Semester I 2026 sektor pariwisata telah mencatat 7,45 juta kunjungan wisman, devisa 8,43 miliar dollar AS, 0,63 miliar perjalanan wisnus, dan investasi pariwisata 39,68 triliun rupiah.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh program yang direncanakan dapat dijalankan dengan baik dan akuntabel untuk membangun pariwisata nasional yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!