Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Kemarau Panjang, Pemkot Pontianak Kaji Kawasan Biong sebagai Sumber Air Baku Alternatif

3 Rabu, 23 Sep 2026, 13:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadapi Kemarau Panjang, Pemkot Pontianak Kaji Kawasan Biong sebagai Sumber Air Baku Alternatif Hadapi Kemarau Panjang, Pemkot Pontianak Kaji Kawasan Biong sebagai Sumber Air Baku Alternatif Doc: ANTARA
Ket. Tim Laboratorium Perumda Tirta Khatulistiwa mengambil sampel air di lokasi.

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat mengkaji Kawasan Biong, Kubu Raya sebagai sumber air baku alternatif untuk memperkuat ketahanan air bersih terutama menghadapi kemarau panjang dan intrusi air laut yang mempengaruhi kualitas air baku Sungai Kapuas.

"Ini salah satu alternatif yang kita lihat karena semakin jauh dari pengaruh pasang air laut, kualitas air diharapkan semakin tawar,” ujar Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di Pontianak, Rabu (23/9).

Ia menjelaskan telah turun langsung untuk memastikan kondisi lapangan. Tim Laboratorium Perumda Tirta Khatulistiwa turut mengambil sampel air di lokasi.

Pengujian awal terhadap kualitas air di lokasi tersebut menunjukkan hasil yang cukup baik. Salah satu parameter yang diperiksa adalah kadar garam yang tercatat hanya 11 miligram per liter. Meski demikian, Edi menegaskan penetapan sumber air baku tidak dapat hanya didasarkan pada indikator tersebut. Pemerintah juga harus memperhitungkan kondisi teknis lainnya, seperti lebar dan kedalaman sungai, jarak menuju instalasi pengolahan, serta kemungkinan pembangunan jaringan perpipaan.

“Bukan hanya soal airnya tawar atau tidak. Kita harus hitung aksesnya, jaraknya ke instalasi pengolahan, sampai bagaimana nanti jaringan pipanya,” jelasnya.

Menurut dia, karakter Sungai Landak di wilayah Biong juga perlu dikaji lebih lanjut dari sisi operasional. Salah satunya opsi perpipaan menjadi alternatif yang ikut dipertimbangkan.

“Untuk Biong, salah satu kemungkinan yang perlu kita kaji adalah menyambungkan pipa dari arah Waduk Penepat,” kata dia.

Edi mengatakan, Pemkot Pontianak tidak ingin hanya bergantung pada satu sumber air baku. Pengalaman kemarau panjang dan intrusi air laut menjadi pelajaran penting untuk membangun sistem penyediaan air yang lebih tangguh. Alternatif yang tersedia, harus memiliki risiko yang berbeda dengan Penepat.

“Kita tidak ingin hanya mengandalkan satu sumber. Semua alternatif akan kita uji dan hitung secara teknis,” katanya.

Menurutnya, pencarian sumber air baku baru merupakan bagian dari upaya jangka panjang, bukan hanya penyelesaian darurat ketika kualitas air Sungai Kapuas menurun.

“Ikhtiar ini kita lakukan supaya kebutuhan air bersih masyarakat tetap terjaga, hari ini maupun ke depan,” tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Terkonfirmasi, Jenderal LSP...
Nasional
Polri Tetapkan 3 Tersangka ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Gembira!!! BSU 2026 Rp900 Ribu Resmi Ditetapkan Pemerintah, Syarat & Penerimanya Cek Disini!

Kabar Gembira!!! BSU 2026 Rp900 Ribu Resmi Ditetapkan Pemerintah, Syarat & Penerimanya Cek Disini!

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.