Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Djokovic Tersingkir Mengejutkan di Babak Pertama US Open, Masalah Fisik Kembali Menghantui

📅 Senin, 31 Agu 2026, 18:18 WIB | Oleh:

Navone langsung memimpin 3-0 pada set kelima. Djokovic masih berusaha melawan, tetapi tidak lagi mampu bergerak seperti biasanya. Dukungan penonton Arthur Ashe Stadium pun tak cukup mengangkat permainan petenis 39 tahun tersebut. Navone akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 6-1.

Kemenangan itu menjadi pencapaian terbesar dalam karier Navone. Untuk pertama kalinya ia berhadapan dengan idolanya di panggung terbesar tenis dunia dan langsung mengalahkannya dalam pertandingan maraton.

“Ini luar biasa. Pertandingan yang sangat sulit, sebuah pertarungan. Bermain melawan Novak untuk pertama kalinya di panggung terbesar yang kami miliki di dunia tenis saat ini... Dia tidak pernah kalah di babak pertama selama 20 tahun. Ini gila,” kata Navone.

Petenis Argentina itu juga memuji kekuatan mentalnya sendiri. Ia sempat tertinggal dua set berbanding satu dan kehilangan servis pada awal set keempat. Namun, Navone mampu mengubah keadaan.

“Saya tertinggal dua set berbanding satu dan juga break pada set keempat. Tetapi pada saat itu saya merasakannya,” ujarnya.

Navone memang tampil semakin percaya diri setelah melihat Djokovic mulai kehilangan tenaga. Ia terus memaksa terjadinya reli panjang dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menyerang.

Pertandingan tersebut menjadi gambaran dramatis mengenai perjuangan Djokovic. Pada awal laga, ia sempat memimpin 3-1. Namun, performanya perlahan menurun ketika reli-reli panjang mulai menguras energinya.

Di tie-break set pertama, Djokovic tertinggal 2-4. Ia sempat menyamakan kedudukan menjadi 5-5 setelah melepaskan pukulan forehand tajam, tetapi kemudian melakukan dua kesalahan beruntun yang membuat Navone merebut set pembuka.

Djokovic bangkit pada set kedua dan ketiga, tetapi tanda-tanda kelelahan semakin jelas. Setelah satu reli panjang pada set ketiga, ia bahkan terlihat nyaris terjatuh ke kursi di sisi lapangan dan menutupi wajahnya dengan handuk.

Setelah kekalahan dipastikan, Djokovic menghampiri Navone dan memberikan pelukan. Ia kemudian meninggalkan lapangan sambil memberikan ciuman kepada penonton yang terus memberikan dukungan. “Saya sangat bersyukur bisa mengalami ini,” kata Djokovic mengenai dukungan penonton.

“Mereka berusaha mengangkat saya pada momen-momen penting. Cinta dan penghargaan yang mereka berikan pada akhirnya benar-benar menyentuh hati saya.”

Kekalahan ini kembali memunculkan pertanyaan besar mengenai kondisi fisik Djokovic dan kemampuannya bersaing dalam pertandingan panjang. Tahun ini ia memang masih mampu mencapai final Australian Open dan semifinal Wimbledon, tetapi persoalan fisik kini menjadi tantangan yang semakin nyata.

Bagi Navone, laga di Arthur Ashe Stadium menjadi titik tertinggi dalam kariernya. Bagi Djokovic, kekalahan tersebut menjadi salah satu malam paling menyakitkan dalam perjalanan panjangnya di Grand Slam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Luar Negeri
Perusahaan Kanada Ramai-Ram...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Badan Geologi Sebut Erupsi Sinabung Berpotensi Diikuti Letusan yang Lebih Besar

Badan Geologi Sebut Erupsi Sinabung Berpotensi Diikuti Letusan yang Lebih Besar

31 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Anggota AHWA Hasil Muktamar NU ke-35
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.