Rekor Hadiah US Open Belum Puaskan Pemain, Bagi Hasil Jadi Perdebatan
📅 Senin, 31 Agu 2026, 07:10 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNEW YORK – US Open 2026 menghadirkan total hadiah terbesar sepanjang sejarah tenis. Namun, di balik peningkatan signifikan tersebut, masih terdapat perbedaan pandangan antara asosiasi tenis Amerika Serikat (USTA) dan para pemain mengenai tuntutan pembagian pendapatan dari turnamen Grand Slam.
USTA merespons tuntutan pemain untuk mendapatkan kompensasi lebih besar dengan menaikkan total hadiah US Open yang dimulai Minggu di Flushing Meadows, New York.
Selain peningkatan hadiah, pembentukan program dukungan baru bagi pemain serta Grand Slam Player Advisory Council juga mendapat sambutan positif. Namun, satu tuntutan utama pemain, mendapatkan porsi pendapatan yang lebih besar dari turnamen Grand Slam, tampaknya masih sulit diterima USTA.
CEO USTA, Craig Tiley, yang resmi menduduki posisi tersebut bulan lalu, mengatakan US Open tidak menentukan besaran hadiah berdasarkan pendapatan turnamen.
“Kami tidak menggunakan angka tersebut sebagai dasar untuk menghitung kompensasi pemain karena angkanya bisa sangat berbeda dari satu turnamen ke turnamen lainnya,” ujar Tiley dalam konferensi pers, Minggu (30/8), seperti dikutip Front Office Sports.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tiley menjelaskan, pendekatan USTA berbeda dengan tur tenis yang menurutnya lebih banyak menggunakan keuntungan sebagai salah satu acuan.
“Kami melihatnya dengan cara yang sangat berbeda. Kami bertanya, berapa bagian yang adil untuk diberikan kepada pemain dan apa yang bisa kami lakukan? Karena di luar paket kompensasi, ada banyak hal lain yang dapat kami lakukan untuk membantu pemain, bukan hanya selama turnamen, tetapi juga sepanjang tahun,” katanya.
US Open tahun ini menaikkan total hadiah sebesar 20 persen. Juara tunggal putra dan putri masing-masing akan menerima hadiah rekor Grand Slam sebesar 5,5 juta dolar AS (sekitar 92 miliar rupiah).
Secara keseluruhan, total kompensasi pemain mencapai 108 juta dolar AS (sekitar 1,8 triliun rupiah). Angka tersebut meningkat dari 90 juta dolar AS pada tahun lalu dan melonjak sekitar 44 persen dibandingkan 2024, ketika total hadiah mencapai 75 juta dolar AS.
Setiap pemain yang berhasil menembus undian utama tunggal berisi 128 pemain akan mendapatkan sedikitnya 140.000 dolar AS. Jumlah tersebut menjadi bayaran minimum terbesar dalam sejarah tenis.
Sementara itu, pemain yang mencapai perempat final akan mengantongi 780.000 dolar AS, sedangkan semifinalis memperoleh 1,45 juta dolar AS. Runner-up mendapatkan 2,8 juta dolar AS.
Sebagai perbandingan, juara US Open tahun lalu, Carlos Alcaraz dari Spanyol dan Aryna Sabalenka dari Belarus, masing-masing menerima hadiah 5 juta dolar AS.
Total hadiah empat Grand Slam pada 2026 menunjukkan US Open masih berada di posisi teratas. Wimbledon menawarkan sekitar 87,5 juta dolar AS, French Open sekitar 71,7 juta dolar AS, sedangkan Australian Open sekitar 79,3 juta dolar AS.
Menurut Front Office Sports, turnamen Grand Slam saat ini tidak memiliki persentase pendapatan tetap yang secara resmi dibagikan kepada pemain. Secara umum, sekitar 15 persen pendapatan turnamen dialokasikan untuk hadiah dan kompensasi pemain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!