Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gabungan Metode AS-Jajar Legowo! PM-AAS Kementan Pecahkan Rekor Produktivitas Padi

2 Minggu, 30 Agu 2026, 10:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Gabungan Metode AS-Jajar Legowo! PM-AAS Kementan Pecahkan Rekor Produktivitas Padi Gabungan Metode AS-Jajar Legowo! PM-AAS Kementan Pecahkan Rekor Produktivitas Padi Doc: istimewa
Ket. Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) mampu mendongkrak hasil panen hingga tembus 10 ton per hektare

JAKARTA — Setelah swasembada beras tercapai, Kementerian Pertanian (Kementan) tancap gas ke tahap selanjutnya: mensejahterakan petani. Kuncinya ada di Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang terbukti mampu mendongkrak hasil panen hingga tembus 10 ton per hektare.

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Sabtu (30/8). “Swasembada alhamdulillah sudah tercapai. Nah sekarang pendekatannya adalah kesejahteraan. Itulah pentingnya teknologi. Kami pelajari dua tahun. Kami gabungkan metode Amerika dengan metode Indonesia, jajar legowo. Kami cek bahkan ada produksi 12 ton. Jadi minimal 10 ton saja,” ujar Mentan Amran.

Rahasia PM-AAS: Tanam Rapat, Hemat Air, Hasil Naik

PM-AAS adalah paket teknologi budidaya yang dikembangkan BRMP Kementan sejak awal 2025. Isinya gabungan varietas unggul, sistem tanam rapat jajar legowo, pengelolaan air alternate wetting and drying (AWD), pengendalian hama terpadu, hingga pemupukan spesifik lokasi.

“PM-AAS tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga membangun sistem budidaya yang lebih efisien dan adaptif. Pengelolaan hara spesifik lokasi dan teknologi hemat air menjadi bagian penting agar produktivitas lahan tetap terjaga,” jelas Kepala BRMP, Fadjry Djufry.

Bukti di Lapangan: Petani Panen 2x Lipat

Hasilnya sudah kelihatan di daerah:  

1. Polewali Mandar, Sulbar: Demplot 100 hektare panen 12,5 ton/ha. Sebelumnya hanya 7-8 ton/ha.  

    “Demplot PM-AAS 100 hektare, alhamdulillah tadi panen. Infonya 12,5 ton per hektare,” kata Bupati Samsul Mahmud.

2. Sidrap, Sulsel: Petani Abdullah hasil panennya naik dari 5-6 ton/ha menjadi 11 ton/ha.  

    “PM-AAS menguntungkan, terlalu menguntungkan ini,” ujarnya.  

    Petani lain, Anas, 50 are lahannya hasilkan 30 karung, dulu cuma 23-24 karung.

3. Merauke, Papua Selatan: Petani Abdul Rohim pakai drum seeder dan drone. Tanam lebih cepat, semprot lebih hemat tenaga.

Data Nasional: Rata-rata 10,34 Ton/Hektare

BRMP sudah menguji PM-AAS di 2.000 hektare di 15 provinsi pada MK-1 2026. Hasil ubinan BPS di 18 kabupaten dari 13 provinsi menunjukkan rata-rata produktivitas PM-AAS 10,34 ton GKP/ha. 

Angka itu naik 63,46% dibanding non-PM-AAS yang hanya 6,32 ton/ha. Selisihnya 4,02 ton/ha.  

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Megapolitan
Waspada! Sejumlah Wilayah J...

Andrea Bocelli Gelar Konser di Candi Borobudur

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Andrea Bocelli Gelar Konser...
Advertisement
Membanggakan! Tiwi/Fadia Juara Hylo Open 2026, Indonesia Bawa Pulang Satu Gelar dari Jerman

Membanggakan! Tiwi/Fadia Juara Hylo Open 2026, Indonesia Bawa Pulang Satu Gelar dari Jerman

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.