Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pangkas Ratusan Ton Sampah ke Bantargebang! Rahasia Efektif Gerakan Pilah Sampah Jakarta

8 Senin, 31 Agu 2026, 18:55 WIB | Oleh:
Pangkas Ratusan Ton Sampah ke Bantargebang! Rahasia Efektif Gerakan Pilah Sampah Jakarta Pangkas Ratusan Ton Sampah ke Bantargebang! Rahasia Efektif Gerakan Pilah Sampah Jakarta Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong keterlibatan seluruh pihak dalam menangani persoalan sampah di Ibu Kota. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong keterlibatan seluruh pihak dalam menangani persoalan sampah di Ibu Kota. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.

Hal itu disampaikan Pramono saat menjadi keynote speaker dalam Local Hero Indonesia Forum 2026 di Grha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta, Senin (31/8). Forum bertajuk “From Campaign to Collaboration: Strengthening Multi-Stakeholder Partnership for Sustainable Waste Management” tersebut membahas penguatan kolaborasi untuk menciptakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Pramono mengatakan pola pengelolaan sampah di Jakarta kini harus bergeser dari sekadar mengangkut dan membuang menjadi memilah, mengangkut, kemudian mengolah. Perubahan tersebut membutuhkan konsistensi serta kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.

"Dulu polanya adalah angkut-buang. Sekarang menjadi pilah-angkut-olah. Perubahan prinsip ini tentunya memerlukan keseriusan dan kerja sama kita semua agar bisa berjalan dengan baik," ujar Pramono.

Menurut Pramono, tantangan pengelolaan sampah di Jakarta tergolong besar karena produksi sampah di Ibu Kota mencapai lebih dari 9.000 ton setiap hari. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 3,17 juta ton sampah dalam satu tahun sehingga membutuhkan strategi penanganan yang dilakukan secara menyeluruh.

Di sisi lain, upaya mendorong masyarakat memilah sampah dari sumber mulai menunjukkan perkembangan positif. Sejak gerakan pilah sampah dicanangkan pada 10 Mei 2026, persentase rumah tangga yang melakukan pemilahan sampah meningkat dari 5,31 persen menjadi 23,14 persen.

Pengelolaan sampah organik melalui bank sampah juga mengalami peningkatan selama periode tersebut. Volume sampah yang dikelola melalui bank sampah naik dari 1.046 ton menjadi 1.432 ton, sementara sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang berkurang sekitar 500 ton setiap hari.

"Ini tentunya mempunyai makna yang cukup baik bagi kita, sudah on the track. Untuk itu, diperlukan keseriusan dan keberlanjutan dari komunitas dalam pelaksanaan gerakan pilah sampah," tuturnya.

Pramono menegaskan, perubahan pola pengelolaan sampah tidak cukup dilakukan melalui kampanye dalam jangka pendek. Pemerintah juga membutuhkan konsistensi, pengawasan, serta keterlibatan komunitas agar kebiasaan memilah dan mengolah sampah dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Pemprov DKI Jakarta juga terus mengembangkan fasilitas pengolahan sampah sebagai bagian dari strategi penanganan dari hulu hingga hilir. Salah satunya fasilitas RDF Rorotan yang saat ini mampu mengolah sekitar 800 hingga 1.000 ton sampah per hari.

Menurut Pramono, persoalan sampah memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek pembangunan kota, termasuk kualitas lingkungan dan transportasi. Pengelolaan sampah yang dilakukan secara komprehensif dinilai dapat memberikan multiplier effect, seperti membantu menekan polusi dan mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Ia juga meminta persoalan sampah terus menjadi perhatian dalam agenda pemerintahan di lingkungan Balai Kota. Dengan pembahasan yang dilakukan secara rutin, berbagai program pengurangan dan pengolahan sampah diharapkan dapat dipantau sekaligus dievaluasi secara berkelanjutan.

Sementara itu, Pendiri dan Pimpinan Indonesia Water Institute Firdaus Ali mengapresiasi komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong perubahan pengelolaan sampah. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat harus menjadi fondasi utama sebelum diperkuat melalui kerja sama lintas sektor.

"Perubahan perilaku harus dimulai dari rumah tangga dan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor," kata Firdaus.

Melalui Local Hero Indonesia Forum 2026, Firdaus berharap berbagai inisiatif yang telah dilakukan masyarakat dapat berkembang menjadi gerakan bersama dengan cakupan yang lebih luas. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi nyata untuk mengurangi persoalan sampah sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

PSS Sleman Harus Menang Atas Bhayangkara Sore Ini

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSS Sleman Harus Menang Ata...

Persib Sesumbar Akan Tundukkan Java United Malam Ini

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persib Sesumbar Akan Tunduk...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.