Iga Swiatek Bangkit, Bidik Gelar Grand Slam Pertama Tahun Ini di US Open
📅 Senin, 31 Agu 2026, 07:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNEW YORK – Iga Swiatek mengaku mulai mendapatkan kembali kepercayaan dirinya setelah melewati apa yang disebutnya sebagai musim paling sulit dalam kariernya. Petenis Polandia itu kini membidik gelar Grand Slam pertamanya tahun ini di US Open.
Juara enam kali Grand Slam tersebut menjalani paruh pertama musim yang jauh dari standar tingginya. Swiatek hanya mampu mencapai perempat final Australian Open sebelum dikalahkan juara turnamen, Elena Rybakina.
Langkahnya kemudian terhenti di babak keempat Roland Garros, turnamen yang selama ini menjadi salah satu panggung terbaiknya. Ia juga tersingkir pada babak ketiga Wimbledon sehingga gagal mempertahankan gelar yang diraihnya sebelumnya.
Performa tersebut membuat Swiatek turun ke peringkat kedelapan dunia. Namun, situasi mulai berubah ketika ia meraih gelar pertamanya musim ini di Canadian Open awal bulan ini.
Swiatek tampil dominan untuk mengalahkan Rybakina di final. Kemenangan tersebut menjadi suntikan kepercayaan diri yang datang tepat menjelang Grand Slam terakhir tahun ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak merebut gelar Grand Slam pertamanya di Roland Garros pada 2020, Swiatek selalu berhasil memenangi setidaknya satu gelar major dalam setiap musim sejak 2022. Rekor tersebut tentu ingin dipertahankannya di New York.
“Bagi saya, ini jelas bukan musim yang mudah. Mungkin ini musim yang paling sulit dan paling menantang,” ujar Swiatek, Minggu (30/8).
Situasi semakin rumit setelah Swiatek memutuskan mengganti pelatih sebelum memasuki musim lapangan tanah liat. Ia kemudian mulai bekerja sama dengan Francis Roig dan berusaha menerapkan berbagai perubahan yang mereka latih.
“Jelas saya harus mengganti pelatih sebelum musim tanah liat, dan itu merupakan situasi yang cukup rumit. Kemudian saya mulai bekerja dengan Francis (Francisco Roig) dan hanya ingin menerapkan semua hal yang kami kerjakan dalam latihan,” katanya.
Namun, Swiatek mengakui dirinya tidak memiliki cukup waktu untuk berlatih secara maksimal pada periode tersebut.
“Di sisi lain, saya tidak punya banyak waktu untuk berlatih. Mungkin semuanya mulai lebih tenang setelah Wimbledon. Saya bisa mengambil beberapa hari untuk beristirahat, melakukan reset, dan kemudian kami menjalani periode latihan yang jauh lebih panjang,” tutur Swiatek.
Menurutnya, waktu latihan yang lebih panjang memberikan kesempatan untuk benar-benar menerapkan perubahan dalam permainannya.
“Itu sangat membantu saya untuk menerapkan semua hal yang sebelumnya saya bicarakan,” ujarnya.
Swiatek kini melihat perkembangan positif dalam permainannya setelah tampil di Canadian Open dan Cincinnati Open.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!