Akademisi Undiksha Mengembangkan Aplikasi Konseling untuk Mencegah Kekerasan Anak
📅 Senin, 31 Agu 2026, 22:50 WIB | Oleh: Tim PenulisBuleleng, Bali - Akademisi Undiksha Singaraja Bali mengembangkan aplikasi SI-Konseling Pro, sistem informasi konseling berbasis website memadukan teknologi Electroencephalography (EEG), kecerdasan buatan dan kearifan lokal Bali untuk memperkuat pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Hilirisasi Riset Strategis-Skema Pengujian Produk Tahun 2026 yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Ketua Tim pengembang, Prof. Dr. Kadek Suranata di Singaraja, Bali, Senin mengatakan pihaknya melibatkan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) serta Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PD ABKIN) Bali, dan mendapat dukungan sejumlah instansi Pemerintah Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng.
Suranata mengatakan pengembangan SI-Konseling Pro merupakan bagian dari upaya membawa hasil riset perguruan tinggi lebih dekat dengan kebutuhan nyata di sekolah.
Menurut dia, teknologi yang dikembangkan tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru bimbingan dan konseling (BK), tetapi menjadi alat bantu dalam melakukan skrining dan pendampingan siswa secara lebih terukur.
"Kami ingin riset dosen tidak berhenti sebagai publikasi atau prototipe, tetapi dapat dihilirkan menjadi inovasi yang benar-benar dimanfaatkan. Karena itu, kami memadukan EEG dan AI dengan pendekatan konseling serta nilai Tri Kaya Parisudha agar inovasi ini relevan dengan kebutuhan sekolah," ujarnya dia.
SI-Konseling Pro dilengkapi sejumlah fitur, antara lain asesmen Depression Anxiety Stress Scales (DASS-21), konsultasi BK secara daring, pelaporan kasus kekerasan secara terstruktur dan anonim, serta analisis EEG sebagai salah satu data pendukung dalam proses prakonseling.
Data EEG kemudian ditampilkan melalui dashboard untuk memberikan informasi tambahan mengenai indikator konsentrasi dan regulasi emosi siswa.
Dalam pengembangannya, tim juga mengintegrasikan nilai Tri Kaya Parisudha yang menekankan keharmonisan pikiran (manacika), perkataan (wacika), dan perbuatan (kayika).
Nilai tersebut dipadukan dengan pendekatan konseling untuk membantu siswa membangun pola pikir, komunikasi dan perilaku yang lebih positif serta harmonis.
Suranata menjelaskan integrasi kearifan lokal tersebut menjadi salah satu karakteristik SI-Konseling Pro karena teknologi modern yang digunakan tetap disesuaikan dengan konteks sosial dan budaya masyarakat Bali.
Untuk memperkuat konteks lokal, tim juga menggunakan baseline norma neurofisiologis dari 35 subjek di Bali sebagai salah satu acuan dalam interpretasi data pengembangan sistem.
Inovasi tersebut telah melalui pengujian di sejumlah sekolah mitra di Denpasar dan Singaraja. Tim mengumpulkan data baseline DASS-21 dari 400 siswa pada delapan sekolah serta melakukan uji pre-post test terhadap 65 siswa.
"Harapannya, SI-Konseling Pro tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah, khususnya dalam memperkuat layanan konseling dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi siswa," lanjutnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!