Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Subsidi Listrik Naik, Bahlil Usulkan Rp117,84 Triliun untuk RAPBN 2027.

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 00:04 WIB | Oleh:
Subsidi Listrik Naik, Bahlil Usulkan Rp117,84 Triliun untuk RAPBN 2027. Doc: Koran Jakarta/M.Fachri
Ket. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/8).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan subsidi listrik pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebesar Rp117,84 triliun, naik dibandingkan APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp100,83 triliun.

“Kami juga melaporkan kepada pimpinan dan seluruh anggota Komisi XII bahwa usulan subsidi listrik pada RAPBN 2027 sebesar Rp117,84 triliun,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.

Bahlil menyampaikan usulan tersebut didasari oleh asumsi makro harga patokan minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) senilai 75 dolar Amerika Serikat (AS) per barel, naik dari 2026 yang berada di angka 70 dolar AS per barel.

Selain itu, usulan subsidi listrik juga didasari oleh asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per 1 dolar AS, naik dari yang semula Rp16.500 per 1 dolar AS; serta inflasi sebesar 2,5 persen.

“Jadi, kalau harganya naik, asumsi naiknya menjadi 80 dolar AS per barel ICP, maka ada kemungkinan penambahan subsidi. Termasuk nilai tukar. Ya, berdoa saja mudah-mudahan nilai tukar tidak terlalu banyak terkoreksi,” ujar Bahlil lagi.

Berdasarkan paparan Bahlil, realisasi subsidi listrik terbayar sampai dengan Juni 2026 sebesar Rp46,36 triliun. Sementara itu, tagihan Juli senilai Rp8,12 triliun dan koreksi triwulan I-2026 sebesar Rp1,21 triliun dalam proses verifikasi Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.

Selain kenaikan subsidi listrik, Bahlil juga mengusulkan kenaikan volume solar bersubsidi dari 18,64 juta kiloliter (kl) pada APBN 2026 menjadi 19 juta kl pada RAPBN 2027, serta kenaikan volume minyak tanah bersubsidi dari 0,53 juta kl pada 2026 menjadi 0,561 juta kl pada 2027.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa di Indonesia ini tidak semuanya memakai LPG. Masih di wilayah timur itu masih pakai minyak tanah. Di Maluku, di Papua, di beberapa wilayah Sulawesi, itu masih pakai minyak tanah. Jadi kalau volume minyak tanah ini kita naikkan, memang ada argumentasi-argumentasi keadilannya,” kata Bahlil.

Sementara itu, tidak ada usulan penambahan kuota volume untuk LPG 3 kg, yakni sebesar 8 juta metrik ton, dan subsidi minyak solar tetap di angka Rp1.000 per liter.

“Berdasarkan realisasi sampai dengan Juli 2026, diusulkan volume LPG 3 kg dalam RAPBN tahun 2027 sebesar 8 juta metrik ton,” ujar Bahlil lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Nasional
Pemerintah Bahas Upaya Perl...
Luar Negeri
Sebut Kuba 'Negara Gagal', ...
Luar Negeri
Bank Sentral Selandia Baru ...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.