Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Beras Berfluktuasi, Satgas Diterjunkan ke 13 Provinsi

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Harga Beras Berfluktuasi, Satgas Diterjunkan ke 13 Provinsi Doc: antara
Ket. Inflasi Pangan - Pengawasan Harga dan Mutu Beras Diperketat

JAKARTA — Pemerintah kembali membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Harga dan Mutu Beras Tahun 2026 melalui Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 369 Tahun 2026. Satgas ini melibatkan berbagai pihak meliputi Bapanas, Satgas Pangan Polri, Perum Bulog, dan pemerintah daerah.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengerahkan Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras untuk menertibkan fluktuasi harga dan memastikan beras medium maupun premium tidak dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). “Pengawasan dilakukan di 13 provinsi hingga Desember 2026, dengan penindakan mulai dari peringatan hingga penutupan toko dan pencabutan izin usaha bagi pelaku yang tetap melanggar,” ujarnya di Jakarta, Senin (31/8).

Amran memerinci ke 13 provinsi tersebut meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Dia menegaskan pengawasan menyasar seluruh rantai pasok dari hulu hingga hilir, sementara petani tidak boleh dirugikan oleh upaya pengendalian harga.

Berdasarkan Kepbapanas 369/2026, satgas bertugas memastikan penerapan HET dan mutu beras serta menjadi dasar penegakan sanksi administratif dan/atau pidana terhadap pelanggaran HET, mutu, penimbunan, peredaran beras ilegal, dan pelanggaran lainnya.

Dari sisi inflasi, harga beras hingga Juli 2026 masih relatif terkendali. BPS mencatat inflasi beras secara tahunan sebesar 3,10 persen, turun dari 4,55 persen pada Mei dan 3,98 persen pada Juni. Secara bulanan, inflasi beras Juli mencapai 0,49 persen, masih di bawah 1 persen dan belum pernah menembus level tersebut sepanjang 2026.

Pemerintah juga melanjutkan pengawasan terhadap beras fortifikasi melalui 178 sampel di 11 provinsi yang mencakup persoalan label, mutu, dan kandungan gizi. Temuan sebelumnya di Jakarta terhadap 28 merek dari 11 produsen dengan 15 merek dagang menunjukkan 93 persen tidak memenuhi syarat klaim sebagai beras fortifikasi atau beras diperkaya.

“Selain itu, ditemukan harga beras fortifikasi jauh melampaui HET beras premium serta label yang hanya mencantumkan kandungan dua jenis zat gizi,” ujarnya.

Tindakan Tegas

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Niti Emiliana mendukung tindakan tegas pemerintah terhadap pelaku usaha beras fortifikasi yang terbukti melanggar ketentuan, setelah pengawasan terhadap 178 sampel di 11 provinsi menemukan persoalan label, mutu, dan kandungan gizi. Menurutnya, produsen kecil dapat terlebih dahulu dibina dan diedukasi, tetapi pelanggaran yang berulang harus dikenai sanksi tegas hingga pidana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Luar Negeri
Trump Tolak Pembentukan Lem...

Empat Pekerja Tambang Nikel di Konawe Utara Tewas Tertimbun Longsor

24 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Empat Pekerja Tambang Nikel...
Olahraga
Indonesia Masih Tanpa Emas,...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.