Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banjir Bandang Nepal Tewaskan 734 Orang, 2.498 Masih Hilang Usai Gletser Runtuh

📅 Minggu, 30 Agu 2026, 12:40 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pada Minggu, otoritas penanggulangan bencana Nepal mengatakan 589 warga negara asing, termasuk pendaki dan peziarah Hindu yang melakukan perjalanan menuju Gunung Kailash yang dianggap suci di Tibet, belum diketahui keberadaannya.

Isha Foundation yang dipimpin guru spiritual asal India Sadhguru mengatakan dalam unggahan Instagram pada Sabtu bahwa sebanyak 80 anggotanya sedang melakukan perjalanan kelompok di wilayah tersebut.

"Saat ini, tampaknya belum ada indikasi yang menggembirakan mengenai adanya korban selamat di sekitar area kantor imigrasi," demikian pernyataan tersebut.

Trauma "Luar Biasa"

Amerika Serikat dan Kanada menyatakan akan memberikan bantuan kemanusiaan masing-masing sebesar 3,6 juta dolar AS kepada Nepal.

Sebaiknya Anda baca juga:

Inggris menawarkan bantuan sebesar 6,8 juta dolar AS, sementara PBB menggelontorkan dana darurat sebesar 2,5 juta dolar AS.

Uni Eropa pada Jumat menjanjikan bantuan sebesar 2,3 juta dolar AS. Sementara itu, Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) menyatakan telah mengalokasikan lebih dari 1 juta dolar AS dan meluncurkan penggalangan dana darurat sebesar 31 juta dolar AS.

Perekonomian Nepal sebelumnya telah berada di bawah tekanan. Negara tersebut memiliki sumber daya terbatas untuk menangani bencana dalam skala sebesar ini. Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal mengatakan biaya rekonstruksi dapat mencapai "miliaran dolar AS".

Ia meminta bantuan khusus, termasuk drone berkemampuan mengangkut beban berat serta teknologi untuk membantu menemukan orang-orang yang masih terjebak.

Khanal juga meminta penyediaan perangkat uji forensik untuk mengidentifikasi jenazah dan unit pendingin untuk menyimpannya. Ia mengatakan jenazah yang telah lama berada di dalam air dapat mengalami pembusukan lebih cepat.

Banjir besar yang membawa material es dan lumpur juga membentuk sejumlah danau besar. Salah satu danau tersebut kini menjadi ancaman karena berpotensi memicu banjir susulan.

Menteri luar negeri China dan Nepal berbicara pada Sabtu dan membahas kemungkinan berbagi data satelit serta data hidrologi, menurut pernyataan kedua negara.

Di Tibet, tempat otoritas China menjadi satu-satunya sumber informasi, operasi penyelamatan untuk sementara dihentikan di wilayah Gyirong yang paling parah terdampak karena adanya risiko banjir lebih lanjut akibat terbentuknya danau baru.

Namun, stasiun televisi pemerintah CCTV pada Sabtu malam melaporkan danau tersebut "mengalir secara alami" dan "pada dasarnya telah terkuras", dengan mengutip Kementerian Sumber Daya Air China.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Pemkab Bekasi Tambah Kuota ...
Advertisement
3 Tradisi Kabupaten Solok Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

3 Tradisi Kabupaten Solok Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

30 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.