Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kembangkan Budi Daya Kakao, Pemkab Sigi Libatkan Perempuan dan Milenial

📅 Minggu, 30 Agu 2026, 13:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kembangkan Budi Daya Kakao, Pemkab Sigi Libatkan Perempuan dan Milenial Doc: ANTARA
Ket. Warga di Desa Kapiroe, Kecamatan Palolo saat melakukan penyambungan tunas bibit kakao sebelum dilakukan penanaman di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), menilai keterlibatan kaum perempuan dan generasi milenial menjadi kunci efektivitas program pengembangan budi daya kakao berkelanjutan di daerah tersebut.

"Hasil evaluasi beberapa pelatihan yang dilakukan Badan Kerja Sama Internasional Jerman (GIZ) bahwa pendampingan budi daya kakao jauh lebih efektif saat melibatkan ibu-ibu dan kelompok pemuda milenial," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi Afit Lamakarate di Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi, Minggu (30/8).

Ia mengemukakan program yang dijalankan GIZ di Kecamatan Palolo adalah dengan menerapkan skema lead farmer atau petani percontohan.

"Jadi petani-petani yang sudah dilatih akan bertugas ke desa-desa untuk memberikan dan membagikan pengetahuan teknis kepada kelompok tani setempat," ucapnya.

Ia menuturkan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani untuk meningkatkan produktivitas kakao.

Menurut dia, inovasi lainnya terkait skema asuransi perubahan iklim dapat memberikan perlindungan finansial bagi para petani kakao dari ancaman cuaca ekstrem seperti saat ini.

"Tentunya asuransi perubahan iklim ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pendapatan petani saat menghadapi dampak dinamika iklim global," sebutnya.

Diketahui tanaman kakao masih menjadi primadona perkebunan masyarakat khususnya di Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi.

"Kondisi harga saat ini mencapai Rp94.500 per kilogram," ucap Afit.

Diketahui tanaman kakao di Sigi tersebar di sejumlah kecamatan seperti Palolo, Nokilalaki, Dolo, Dolo Selatan, Kulawi, Kulawi Selatan dan Lindu.

Sementara luas lahan kakao di Sigi mencapai 27.885 hektare dan sekitar 30 hingga 50 persen adalah tanaman tua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Ekonomi
BPS Catat 319 Daerah Hadapi...
Daerah
Fenomena Super New Moon, Su...
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.