Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Timur Perkuat Peran Warga Pantau Orang Asing, Ormas Asing dan TKA

📅 Minggu, 30 Agu 2026, 12:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jakarta Timur Perkuat Peran Warga Pantau Orang Asing, Ormas Asing dan TKA Doc: Antara
Ket. Sekretaris Kota Jakarta Timur Eka Darmawan di Kantor Walikota Jakarta Timur, Jumat (28/8).

Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Timur memperkuat peran masyarakat dalam memantau keberadaan orang asing, organisasi kemasyarakatan (ormas) asing, dan tenaga kerja asing (TKA) di wilayah tersebut.

Sekretaris Kota Jakarta Timur Eka Darmawan mengatakan keterlibatan masyarakat diperlukan untuk mengoptimalkan pengawasan bersama Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora).

“Kami ada Timpora (Tim Pengawasan Orang Asing), tentu untuk mengoptimalkan ini. Namun, peran dan fungsi masyarakat sangat penting,” kata Eka saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (30/8).

Menurut dia, masyarakat dapat membantu pemerintah memantau kondisi lingkungan masing-masing, terutama seiring perkembangan Jakarta sebagai kota global.

Eka mengatakan pengelola apartemen, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), pengurus RW dan RT, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama perlu mendapatkan edukasi agar dapat berperan aktif menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.

“Terutama pengelola apartemen, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), RW, RT, dan tokoh masyarakat, tokoh agama perlu kita edukasi supaya mereka bisa membantu kita dengan baik dalam rangka ikut aktif menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah mereka masing-masing,” jelasnya.

Pemkot Jakarta Timur sebelumnya telah menggelar sosialisasi bertajuk "Peningkatan Peran dan Fungsi Masyarakat dalam Melakukan Pemantauan Orang Asing, Ormas Asing dan Tenaga Kerja Asing di Jakarta Timur" di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat (28/8).

Kegiatan yang diselenggarakan Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta Timur tersebut diikuti 90 peserta.

Eka menyebut para peserta sosialisasi merupakan garda terdepan dalam memantau kondisi sosial dan politik di lingkungan masyarakat.

“Saya berharap semoga pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sesuai tujuannya,” ujarnya.

Menurut dia, para peserta juga diharapkan mampu mengantisipasi dampak dan konsekuensi yang lebih luas dari potensi konflik yang dapat muncul terkait keberadaan orang asing, TKA, maupun ormas asing.

“Setiap arahan dan informasi dari para narasumber sebaik mungkin dalam kegiatan ini serta jadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jjroyal-luwak
Olahraga
Messi Cetak 4 Gol, Inter Mi...
Advertisement
3 Tradisi Kabupaten Solok Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

3 Tradisi Kabupaten Solok Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

30 Aug 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.