Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Serap Pekerja Lokal, KemenPU Kebut 375 Infrastruktur Sanitasi di Sumut

📅 Minggu, 30 Agu 2026, 13:38 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Serap Pekerja Lokal, KemenPU Kebut 375 Infrastruktur Sanitasi di Sumut Doc: istimewa
Ket. Sebanyak 375 unit infrastruktur sanitasi dibangun di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatra Utara. Program ini juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat melalui skema padat karya dengan target penyelesaian 30 November 2026

JAKARTA— Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat akses masyarakat Sumatera Utara terhadap sanitasi layak melalui Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Sanitasi Tahun 2026. Sebanyak 375 unit infrastruktur sanitasi dibangun di sejumlah kabupaten dan kota. Program ini juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat melalui skema padat karya dengan target penyelesaian 30 November 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Infrastruktur Berbasis Masyarakat menjadi salah satu perhatian utama Kementerian PU. Alasannya, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, baik melalui penyediaan sarana dasar maupun dampak ekonomi dari keterlibatan tenaga kerja lokal.

“Kami memberikan perhatian khusus pada Infrastruktur Berbasis Masyarakat. IBM ini sangat penting karena dampaknya paling dekat dan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat, baik dari sisi fisik maupun dari sisi ekonomi,” kata Menteri Dody di Jakarta, Sabtu (30/8).

Program IBM Sanitasi 2026 di Sumatera Utara mencakup dua jenis, yaitu Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) dan Sanitasi Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK). Pembangunan tersebar di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Padang Lawas.

Rinciannya, di Kabupaten Deli Serdang dibangun 207 unit Sanimas dan 1 unit Sanitasi LPK. Sementara di Kabupaten Serdang Bedagai dibangun 161 unit Sanimas dan 2 unit Sanitasi LPK. 

Untuk daerah lainnya, masing-masing dibangun 1 unit Sanitasi LPK di Kota Medan, 1 unit di Kota Tebing Tinggi, 1 unit di Kabupaten Simalungun, dan 1 unit di Kabupaten Padang Lawas.

Fasilitas yang dibangun juga disesuaikan dengan jenisnya. Untuk Sanimas, fasilitas meliputi bilik kamar mandi, grease trap, tangki septik, dan sumur resapan. 

Sedangkan untuk Sanitasi LPK, fasilitas yang disediakan lebih lengkap. Meliputi bilik kamar mandi dan toilet, tempat cuci tangan, tempat wudhu, tempat cuci pakaian, serta bangunan pengolahan air limbah.

Pekerja Lokal

Selain menyediakan infrastruktur sanitasi, program ini memberikan dampak ekonomi langsung melalui pelaksanaan pembangunan dengan pendekatan padat karya. 

Hingga saat ini, sebanyak 90 tenaga kerja lokal telah terlibat dengan total 736 Hari Orang Kerja (HOK). Untuk pembangunan Sanimas melibatkan 60 pekerja dengan total 433 HOK. Sementara Sanitasi LPK melibatkan 30 pekerja dengan total 303 HOK.

Kementerian PU menyebut pelibatan tenaga kerja lokal menjadi salah satu nilai penting dari program ini. Dengan begitu, manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat sejak proses pekerjaan berlangsung, tidak hanya setelah infrastruktur selesai dan digunakan.

Saat ini, pelaksanaan program IBM Sanitasi di Sumatera Utara masih dalam tahap pengerjaan. Kementerian PU terus mendorong percepatan pembangunan agar sarana sanitasi yang dibangun dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan sanitasi di Sumut, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Megapolitan
Lima Saksi Diperiksa, Polis...
Luar Negeri
Menara Kembar Petronas Dise...
Megapolitan
Kasus Kekerasan Seksual di ...

Harga Garam Anjlok saat Kemarau

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Harga Garam Anjlok saat Kem...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.