Berakit-rakit Dahulu Menuntut Ilmu di Sekolah Kemudian, Keseharian Pagi Anak-anak Sadang Menuju Tepian Waduk Saguling
📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 14:28 WIB | Oleh: OpikRakit sejak 1990
Penggunaan rakit untuk membantu anak-anak menyeberang menuju sekolah bukan cerita baru bagi warga Kampung Sadang.
Ketua RT 05 Agus Sumpena mengatakan penyeberangan anak sekolah menggunakan rakit telah berlangsung sejak sekitar 1990.
Pada awalnya, orang tua mengantar anak-anak masing-masing. Seiring waktu, pihak sekolah membuat rakit umum yang secara khusus digunakan untuk membantu siswa.
“Ini dari penyeberangan anak sekolah, khususnya dari tahun 90. Kalau dulu dari orang tua masing-masing, kemudian diadakan oleh kepala sekolah, dibuat rakit umum khusus untuk penyeberangan anak sekolah,” kata Agus.
Puluhan tahun kemudian, rakit itu masih menjadi bagian dari perjalanan pendidikan anak-anak Kampung Sadang.
Namun, bambu yang menjadi bahan utama tidak dapat bertahan selamanya.
Rakit biasanya hanya mampu digunakan sekitar dua hingga tiga tahun sebelum rusak. Setelah itu, warga kembali membuat rakit baru secara swadaya.
Agus mengatakan hingga kini sedikitnya enam kali rakit telah berganti.
“Kadang-kadang dua-tiga tahun sudah rusak, ganti lagi. Kadang-kadang swadaya bikin. Ini beli bambu, swadaya bikin rakit buat penyeberangan anak sekolah,” ujarnya.
Rakit berukuran besar dapat membawa sekitar 15 hingga 20 anak dalam satu perjalanan.
Pada pagi hari, warga membantu mengantarkan siswa menuju sekolah. Setelah itu, mereka kembali menjalankan aktivitas masing-masing sebelum kembali menjemput anak-anak ketika jam sekolah berakhir.
Di sekolah, penjaga sekolah juga membantu mengatur penyeberangan siswa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!